Lembaga indeks internasional MSCI tengah melakukan penilaian terhadap kualitas dan aksesibilitas pasar modal Indonesia. Aktivitas ini diprediksi menjadi stimulus positif bagi pergerakan saham dalam negeri.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa saham berkapitalisasi besar akan menjadi penerima manfaat utama jika hasil review melebihi ekspektasi pasar.

>>> Rusia dan ASEAN Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis di KTT Kazan

Saham-saham ini selama ini menjadi tujuan utama dana asing.

Sektor perbankan dinilai memiliki peluang besar mendapatkan keuntungan dari sentimen ini. Emiten seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI diprediksi memimpin karena likuiditas dan bobot indeks yang besar.

Selain perbankan, saham blue chip di sektor telekomunikasi, otomotif, dan komoditas juga berpeluang terimbas sentimen positif investor global.

Hal ini terutama setelah isu free float dibenahi.

>>> Kementan Perkuat Industri Peternakan Melalui Indo Livestock 2026

Namun, Liza mengingatkan bahwa hasil review MSCI maupun FTSE bukan faktor yang otomatis membalikkan arus dana asing.

Penilaian positif diharapkan mampu memperbaiki persepsi risiko dan mengubah pandangan pelaku pasar global terhadap Indonesia dari negatif menjadi stabil.

Keberlanjutan aliran dana masuk jangka panjang masih bergantung pada faktor fundamental ekonomi makro dalam negeri.

Stabilitas nilai tukar rupiah, kepastian regulasi, tata kelola yang baik, serta konsistensi kebijakan pemerintah menjadi penentu utama bagi investor asing untuk bertahan.

>>> MIT Pertahankan Posisi Pertama di QS World University Rankings 2027

Liza menambahkan bahwa jika faktor-faktor tersebut membaik, Indonesia memiliki valuasi yang cukup menarik untuk kembali dilirik investor global.