Kementerian Pertanian bersama sektor swasta membuka pameran dan forum internasional Indo Livestock 2026 Expo & Forum di Nusantara International Convention Exhibition, PIK 2, Tangerang, Banten, pada Rabu, 17 Juni 2026.

Ajang ini dihadiri 600 peserta dari 30 negara. Acara diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama PT Napindo Media Ashatama.

>>> MIT Pertahankan Posisi Pertama di QS World University Rankings 2027

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan Indo Livestock 2026 mempertemukan pemangku kepentingan nasional dan internasional untuk mendorong pertumbuhan industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

Menurut Kementan, sektor peternakan berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan penyediaan protein hewani menuju visi Generasi Emas 2045.

Agung menambahkan, saat ini populasi domba nasional mencapai 9,15 juta ekor, sedangkan populasi kambing sekitar 15 juta ekor.

Ia menyebut Indonesia sudah swasembada daging domba dan kambing karena impor di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional.

Pemerintah mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ke luar negeri melalui sistem pemotongan modern.

Agung mengatakan ekspor dan pemotongan hewan kurban saat haji didorong dilakukan di Indonesia karena populasi melimpah dan harga relatif murah.

Meski Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) semakin terkendali dengan beberapa daerah nol kasus, Kementan tetap fokus mengupayakan pengakuan bebas PMK resmi di sembilan provinsi.

Kolaborasi dan Inovasi di Indo Livestock 2026

Managing Director Napindo, Arya Seta Wiriadipoera, mengatakan Indo Livestock merupakan platform kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem industri terintegrasi.

Napindo berharap keterlibatan ratusan korporasi global dapat memicu transfer pengetahuan dan membuka peluang kemitraan baru bagi kemajuan sektor agraria Indonesia.