TikTok meluncurkan sejumlah inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di Singapura. Langkah ini bertujuan membantu pengembang aplikasi memperluas jangkauan pengguna sekaligus meningkatkan monetisasi.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang TikTok Apps Summit 2026.

>>> Epic Games Konfirmasi Unreal Engine 6 dengan Integrasi AI Gemini

Acara itu dihadiri lebih dari 150 pemimpin industri aplikasi dan game dari enam negara Asia Tenggara dengan tema Mini Moments, Max Impact.

Data Sensor Tower menunjukkan ekonomi aplikasi global tumbuh kuat. Sepanjang 2025, tercatat 149 miliar unduhan dengan nilai transaksi dalam aplikasi mencapai US$167 miliar.

Kategori drama pendek mencatat 2,26 miliar unduhan global. Asia Tenggara menjadi pasar penting karena menyumbang sekitar 32 persen dari total unduhan global kategori tersebut.

Pertumbuhan tahunan drama pendek di kawasan ini mencapai 220 persen pada kuartal pertama 2026.

"Short drama telah berkembang menjadi salah satu kategori hiburan mobile dengan pertumbuhan tercepat secara global," ujar Krishan Patel, Country Head INSEA & ANZ Sensor Tower.

Pengguna di Asia Tenggara menghabiskan hampir 40 menit per hari untuk menikmati konten drama pendek melalui perangkat mobile.

Selain drama pendek, industri game diproyeksikan mencapai nilai pasar sekitar US$350 miliar pada 2030 menurut Boston Consulting Group (BCG).

Sebanyak 55 persen responden menghabiskan lebih banyak waktu bermain game pada paruh kedua 2025.

>>> Polda Metro Jaya Gelar Road to E-Sport Tournament Kapolda Cup 2026

Untuk menangkap peluang itu, TikTok menghadirkan ekosistem Mini Dramas dan Mini Games yang terintegrasi langsung ke platform.

TikTok juga meluncurkan solusi otomatis berbasis AI bernama TikTok Growth Max. Fitur ini membantu performa kampanye pengiklan.