Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penurunan nilai simpanan pada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) konvensional per April 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh penarikan dana massal menjelang Lebaran.

Data OJK menunjukkan tabungan LKM konvensional berbadan hukum PT menyusut 0,39 persen secara year on year (YoY) menjadi Rp 424,60 miliar.

>>> PLN Normalisasi Aliran Listrik di Margonda Depok Usai Pemeliharaan

Sementara itu, simpanan pada LKM berbadan hukum koperasi turun 22,86 persen YoY menjadi Rp 46,28 miliar.

Tanggapan Aslindo

Ketua Umum Aslindo, Burhan, menyebutkan bahwa LKM memiliki produk tabungan hari raya yang otomatis diambil pada Ramadan. Hal ini menyebabkan penarikan dana meningkat secara bertahap.

Ia juga menambahkan bahwa tabungan sukarela lainnya di LKM cenderung tidak bertumbuh.

Untuk mengatasi tren ini, LKM perlu merancang inovasi produk yang adaptif dengan budaya lokal di setiap wilayah operasional.

>>> BAIC Indonesia Siap Rakit Lokal SUV BJ30 HEV Mulai Agustus 2026

Burhan menekankan pentingnya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap LKM. Masyarakat perlu diyakinkan bahwa LKM terdaftar dan diawasi OJK.

Manajemen LKM juga disarankan memperkuat tata kelola internal, terutama dalam pelayanan publik, strategi pemasaran, dan transparansi laporan keuangan.

Tantangan lain adalah banyaknya pesaing dari lembaga keuangan lain dan minimnya kepercayaan masyarakat untuk menabung di LKM.

Selain penurunan simpanan, OJK mencatat penyaluran pinjaman LKM per April 2026 sebesar Rp 1,01 triliun, terkontraksi 4,72 persen YoY.

>>> SPPG Karya Bakti Jiput Sajikan Makan Bergizi Gratis dengan Standar Hotel Berbintang

Total aset LKM juga menyusut 1,86 persen YoY menjadi Rp 1,58 triliun.