PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,01 triliun pada tahun 2026. Target ini diumumkan di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).

Perusahaan infrastruktur jaringan telekomunikasi kabel serat optik ini mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2025.

>>> Elnusa Terlibat dalam Proyek Seismik 3D Kandawulo di Selat Makassar

Pendapatan tahun lalu mencapai Rp 750 miliar, tumbuh 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba usaha naik 39 persen secara tahunan menjadi Rp 263 miliar. Sementara laba bersih melonjak 63 persen dibandingkan 2024 hingga mencapai Rp 138 miliar.

Proyek SKKL Rising 8 Dorong Kinerja

Keberhasilan penyelesaian proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 menjadi salah satu faktor pendorong performa emiten tersebut.

Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra Tbk Titus Dondi Patria mengatakan proyek mandiri ini membuktikan kapabilitas perusahaan.

"Keberhasilan penyelesaian SKKL Rising 8 merupakan bukti kapabilitas Perseroan dalam mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur kabel laut berteknologi tinggi secara mandiri," ujar Titus Dondi Patria.

Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan manajemen dalam mengoptimalkan aset infrastruktur serta memperluas jaringan pelanggan. Komitmen pelanggan bahkan sudah diperoleh sebelum proyek beroperasi penuh.

"Komitmen pelanggan yang telah kami peroleh bahkan sebelum proyek beroperasi mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kualitas infrastruktur dan layanan yang kami bangun," kata Titus.

Strategi Capai Target 2026

Untuk memenuhi target tahun 2026, emiten berkode saham KETR ini mengandalkan optimalisasi penjualan kapasitas jaringan kabel laut dan darat.

Perseroan juga memonetisasi sejumlah proyek strategis, termasuk SKKL Rising 8 dan SKKL Median Ring Indonesia (Merindo).

>>> Jadwal Kualifikasi MLBB Asian Games 2026 Dimulai 18 Juni 2026