Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026 Usai Proyek SKKL Rampung
PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menargetkan pendapatan sebesar Rp1,01 triliun pada 2026.
Target ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara daring pada Kamis (18/6/2026).
>>> BPOM Terbitkan Aturan Baru Sertifikasi Kosmetik untuk Permudah Izin
Pencapaian tersebut ditargetkan setelah perseroan merampungkan proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 Jakarta-Batam. Jaringan kabel laut sepanjang 1.054 kilometer itu telah berhasil diinterkoneksikan.
Manajemen mengonfirmasi bahwa jaringan tersebut memiliki kapasitas desain hingga 400 Tbps. Kapasitas besar ini didukung oleh 16 fiber pair dan 11 repeater.
Komitmen Pelanggan dan Proyek Baru
Sebelum seluruh infrastruktur rampung, perseroan telah mengamankan komitmen dari lima pelanggan. Jaringan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas berkapasitas besar untuk mendukung transformasi digital nasional.
Direktur Utama Ketrosden Triasmitra, Titus Dondi Patria, menyatakan bahwa penyelesaian proyek ini menunjukkan kemampuan mandiri perusahaan dalam mengoperasikan teknologi tinggi.
"Keberhasilan penyelesaian SKKL Rising 8 merupakan bukti kapabilitas perseroan dalam mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur kabel laut berteknologi tinggi secara mandiri," ujarnya.
Penggelaran kabel Jakarta-Batam diselesaikan pada Mei 2026 menggunakan kapal Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari milik sendiri.
>>> BI Turunkan Batas Pembelian Dolar AS Jadi US$ 10.000 per Bulan
Proyeksi pertumbuhan pendapatan sekitar 35 persen dari capaian tahun sebelumnya kini bertumpu pada optimalisasi jaringan tersebut.
Selain monetisasi Rising 8, Triasmitra tengah menyiapkan proyek SKKL Median Ring Indonesia (Merindo) sepanjang 2.360 kilometer.
Infrastruktur baru ini dirancang memiliki kapasitas 24 Tbps per fiber pair dengan target operasi awal 2028.
Manajemen menjadwalkan penggelaran kabel Merindo dimulai pada kuartal ketiga 2027. Kapal CLV Bentang Bahari juga disiapkan untuk melayani pemeliharaan serta pengerjaan proyek eksternal di wilayah Indonesia Timur.
Kinerja Keuangan 2025
Sepanjang tahun buku 2025, emiten berkode KETR ini membukukan pendapatan Rp750 miliar.
Laba usaha perseroan melonjak hingga Rp263 miliar, sedangkan laba bersih tercatat naik 63 persen menjadi Rp138 miliar.
>>> Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026
Dalam RUPST, perseroan juga merombak susunan komisaris dengan menunjuk Kennedy Simanjuntak sebagai Komisaris Independen dan Glory Simanjuntak sebagai Komisaris.
Update Terbaru
Meta Resmi Rilis WhatsApp Plus di Indonesia, Cuma Rp13.900 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 20:24 WIB
Cara Cek PIP 2026 Lewat HP untuk Pastikan Pencairan Dana
Kamis / 18-06-2026, 20:21 WIB
Wärtsilä Uji Coba Mesin Hidrogen Murni 100 Persen di Spanyol
Kamis / 18-06-2026, 20:21 WIB
Serangan DDoS ke Organisasi di Indonesia Melonjak 62 Persen pada Kuartal I-2026
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Aplikasi Game MAGER Hadirkan Bonus Harian Lewat Misi dan Event
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Meta Resmi Luncurkan WhatsApp Plus Berbayar di Indonesia, Ini Fiturnya
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Unhas dan MPR RI Jalin Kerja Sama Perkuat Nilai Kebangsaan
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Perluasan Lahan Tebu Situbondo Tembus 598 Hektare, Lampaui Target
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
KSP Tinjau Program Cek Kesehatan Gratis Pelajar di Penjaringan Jakarta Utara
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga 2027
Kamis / 18-06-2026, 20:16 WIB
BGN Kaji Klasterisasi Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB
Rektor UP: Nilai Pancasila Bukan Hafalan, Tapi Implementasi
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB
Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Gorontalo
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB
Perpusnas Usul Tambahan Anggaran Rp357,77 Miliar untuk Literasi
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB






