PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) membidik pendapatan sebesar Rp 1,01 triliun pada tahun 2026.

Target itu naik sekitar 35 persen dibandingkan realisasi tahun buku 2025 yang mencapai Rp 750 miliar.

>>> Prodia Diagnostic Line IPO, Target Dana Rp 62,74 Miliar

Optimisme tersebut muncul setelah perusahaan merampungkan proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 segmen Jakarta-Batam. Kabel sepanjang 1.054 kilometer itu selesai pada Mei 2026.

Manajemen mengonfirmasi bahwa lima pelanggan telah berkomitmen memanfaatkan kapasitas jaringan tersebut. Komitmen itu diperoleh sebelum pembangunan infrastruktur selesai.

Kapasitas dan Ekspansi Infrastruktur

Direktur Utama Ketrosden Triasmitra, Titus Dondi Patria, menyatakan bahwa penyelesaian SKKL Rising 8 membuktikan kapabilitas perseroan. Perusahaan mampu mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur kabel laut berteknologi tinggi secara mandiri.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan Public Expose 2026 pada Kamis (18/6/2026).

>>> Bank Woori Saudara Miliki Fundamental Kuat Hadapi Suku Bunga Tinggi

Infrastruktur baru ini diperkuat 16 fiber pair dan 11 repeater dengan kapasitas desain hingga 400 Tbps menggunakan kapal Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari.

Langkah ekspansi KETR akan dilanjutkan melalui proyek SKKL Median Ring Indonesia (Merindo) sepanjang 2.360 kilometer. Kapasitasnya mencapai 24 Tbps per fiber pair.

Fase pertama Merindo akan mengintegrasikan Banyuurip, Mataram, Makassar, dan Labuan Bajo, serta koridor Amlapura menuju Mataram.

Persiapan seperti penentuan lokasi pendaratan kabel, pengurusan rekomendasi regulator, dan seleksi vendor utama sedang berjalan.

>>> Polisi Periksa Pengemudi Bus Sekolah Terkait Kematian Siswi SMAN 6

Manajemen menargetkan penggelaran kabel SKKL Merindo dimulai pada kuartal III 2027. Target operasional proyek ini pada awal tahun 2028.