Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI resmi menjalin kerja sama strategis. Nota kesepahaman ditandatangani untuk memperkuat peran akademisi dalam pengembangan nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menekankan pentingnya perguruan tinggi sebagai mitra strategis.

>>> Perluasan Lahan Tebu Situbondo Tembus 598 Hektare, Lampaui Target

Menurutnya, kampus memiliki kapasitas akademik yang kuat untuk memberikan kontribusi pemikiran dalam isu kebangsaan dan ketatanegaraan.

"Perguruan tinggi dan para profesor memiliki peran penting dalam memberikan masukan, kajian, serta gagasan yang konstruktif dalam pengembangan dan penguatan kehidupan konstitusional di Indonesia," ujar Fauziah di Makassar, Kamis.

Ia menambahkan, sinergi antara MPR RI dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk menghadirkan diskursus kebangsaan berbasis ilmu pengetahuan.

>>> KSP Tinjau Program Cek Kesehatan Gratis Pelajar di Penjaringan Jakarta Utara

Kerja sama ini diharapkan menjadi wadah bagi kedua institusi untuk mengembangkan program kolaboratif.

Program tersebut mencakup seminar, diskusi ilmiah, riset, pendidikan konstitusi, serta penguatan literasi kebangsaan bagi masyarakat.

Komitmen Unhas dalam Pembangunan Nasional

Rektor Unhas, Prof Dr Jamaluddin Jompa, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan nasional.

>>> Rektor UP: Nilai Pancasila Bukan Hafalan, Tapi Implementasi

"Sebagai perguruan tinggi yang mengusung prinsip berdampak, Unhas akan selalu menjadi bagian dalam mendukung kebijakan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional," kata Prof JJ.