Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengapresiasi kesiapan Rusia untuk menjalin kerja sama jangka panjang di sektor energi. Hal itu disampaikan setelah pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Saya juga menyinggung isu perluasan kerja sama ekonomi, termasuk apresiasi atas kesiapan Rusia untuk menjamin kerja sama jangka panjang dalam pasokan energi dan minyak,” tulis Anwar melalui akun X.

>>> Good Duck Sediakan Ruang Refleksi dengan Metode Lego Serious Play

Menurut Anwar, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai prospek kerja sama di berbagai bidang.

Bidang tersebut meliputi teknologi baru, keamanan siber, ekonomi digital, kecerdasan buatan, pertanian modern, dan farmasi.

“Saya mengadakan pertemuan yang produktif dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas berbagai bentuk kerja sama bilateral,” ujar Anwar.

>>> MUI Ajak Masyarakat Aktif Jaga Nilai Agama Hadapi Arus Global

Ia menambahkan bahwa sektor energi merupakan bidang strategis yang menjadi kepentingan bersama Malaysia dan Rusia.

Selain energi, kedua negara juga membahas penyederhanaan mobilitas warga, termasuk prosedur visa.

Mereka juga mendiskusikan mekanisme perluasan perdagangan dan investasi bilateral dengan menggunakan mata uang nasional, yaitu rubel Rusia dan ringgit Malaysia.

>>> Rudiantara: Inklusi Keuangan 90 Persen, Literasi Masih Tertinggal

Anwar juga menyatakan sangat menghargai sikap konsisten Presiden Putin terkait situasi di Iran dan Jalur Gaza.