Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen langsung direspons negatif oleh pasar saham.

Empat saham bank besar kompak mengalami penurunan harga pada penutupan perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.

>>> Toy Story 5 Resmi Tayang, Angkat Konflik Gadget vs Mainan Boneka

Berdasarkan data Bloomberg, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 3,89 persen ke level Rp2.960 per saham.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,18 persen menjadi Rp6.075 per saham.

Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 1,84 persen ke Rp3.730 per saham, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun tipis 0,44 persen ke posisi Rp4.470 per saham.

Pelemahan ini seiring dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi 48,4 poin atau 0,78 persen ke level 6.172.

Kebijakan Moneter Terbaru BI

Kenaikan BI Rate diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan langkah ini untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Selain BI Rate, suku bunga deposit facility juga naik 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga lending facility naik 25 bps ke 6,5 persen.

>>> Kementerian ESDM Pangkas Insentif Biodiesel Jadi Rp32 Triliun pada 2026

Perry menambahkan bahwa kebijakan ini bersifat pre-emptive untuk menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Langkah pengetatan ini menjadi sinyal bagi pelaku pasar bahwa BI berupaya menahan depresiasi rupiah di tengah volatilitas global yang dipengaruhi sikap hawkish Federal Reserve.