Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen Demi Rupiah
Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (18/6/2026) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
>>> Cara Mudah Mengaktifkan Kembali BPJS Kesehatan Nonaktif Secara Online
Langkah pengetatan moneter ketiga secara berturut-turut ini dilakukan setelah rupiah melemah 0,54 persen ke level Rp17.858 per dolar AS pada pagi hari yang sama.
Data Bloomberg menunjukkan pelemahan tersebut terjadi di tengah gejolak pasar keuangan global.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.
Hal ini didukung oleh permintaan domestik yang kuat, konsumsi rumah tangga yang solid, serta percepatan belanja pemerintah.
"Konsumsi rumah tangga tetap solid, didukung oleh percepatan belanja pemerintah dan keyakinan konsumen yang berkelanjutan," ujar Perry Warjiyo.
Ia menambahkan bahwa konsumsi pemerintah ditopang oleh pencairan APBN, termasuk pembayaran gaji ke-13 ASN dan bantuan sosial.
>>> KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas untuk 6,7 Juta Pegawai
Di sisi eksternal, Perry mendorong penguatan ekspor untuk memanfaatkan harga komoditas global yang masih tinggi. Hal ini penting di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melambat.
BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk memperkuat stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Sementara itu, tekanan fiskal muncul dari proyek prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti program Makan Bergizi Gratis dan belanja alutsista, yang mendekati batas defisit 3 persen terhadap PDB.
Pemerintah telah mengambil langkah korektif dengan memangkas biaya program Makan Bergizi Gratis dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri yang dipanggil Presiden Prabowo menekankan opsi mendasar dalam pengelolaan anggaran: meningkatkan pendapatan, meminjam, atau memotong belanja.
Meskipun terjadi gejolak fiskal dan pelemahan rupiah sejak awal tahun, cadangan devisa Indonesia per akhir Mei 2026 tercatat memadai sebesar 144,9 miliar dolar AS.
>>> Samuel Sekuritas Borong Saham RLCO Rp661 Miliar Akibat Repo
Jumlah tersebut setara dengan 5,6 bulan impor, menurut data BI.
Update Terbaru
Timnas Jerman Targetkan Kemenangan Lawan Pantai Gading di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Ketrosden Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Polisi New York Siaga Cegah Lonjakan Perdagangan Seks di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
BPOM Terbitkan Aturan Baru Sertifikasi Kosmetik untuk Permudah Izin
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
BI Turunkan Batas Pembelian Dolar AS Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Wamendagri: SE Nobar Piala Dunia Dorong Ekonomi Daerah
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
DPR Ajak UMKM Perempuan Riau Perkuat Empat Pilar Kebangsaan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
BI Batasi Pembelian Dolar AS Tanpa Dokumen Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Masa Rp71,12 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Badan Gizi Nasional Ubah Skema Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Geliat Wisata Bali Berawal dari Pantai dan Hotel Ini
Kamis / 18-06-2026, 19:05 WIB
Promo Kamar Mewah Trans Luxury Hotel Surabaya Berlaku Hingga 19 Juni
Kamis / 18-06-2026, 19:05 WIB






