IHSG Jatuh ke Level 6.172 Dipicu Aksi Jual Asing dan Kenaikan BI Rate
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.
Indeks turun 48,40 poin atau 0,78 persen ke level 6.172,34.
Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual investor asing yang cukup deras.
Berdasarkan riset Phillip Sekuritas, net foreign sell mencapai Rp893,36 miliar di seluruh pasar.
Akumulasi dana asing yang keluar dari pasar ekuitas Indonesia sepanjang tahun berjalan (YTD) kini mencapai Rp79,72 triliun.
Meski indeks tertekan, volume perdagangan tercatat 25,70 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp17,97 triliun.
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.764,56 triliun.
Sebanyak 419 saham melemah, 258 saham menguat, dan sisanya stagnan.
Sektor Keuangan Paling Tertekan
Sektor keuangan menjadi beban terberat dengan koreksi 10,917 poin.
Sektor infrastruktur menyumbang koreksi 5,104 poin, dan sektor kesehatan minus 1,144 poin.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi sasaran jual terbesar asing dengan net sell Rp557,26 miliar.
Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) paling banyak diburu dengan net foreign buy Rp150,89 miliar.
>>> Wapres Ajak Mahasiswa Lihat Langsung Manfaat MBG di Wilayah 3T
Phillip Sekuritas menyebut penurunan IHSG terkait dengan kebijakan moneter Bank Indonesia.
BI menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
Langkah ini melengkapi pengetatan moneter sebelumnya, termasuk kenaikan dalam rapat luar jadwal pada 9 Juni lalu.
Secara total, BI telah menaikkan suku bunga 100 basis poin sejak Mei 2026.
Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas rupiah, meredam inflasi, dan menopang ekonomi.
Namun, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi minat terhadap aset berisiko seperti saham.
Berikut daftar saham dengan net foreign buy dan sell terbesar pada 18 Juni 2026.
Top net foreign buy: AMMN Rp150,89 miliar, BMRI Rp106,91 miliar, TPIA Rp82,64 miliar, BRPT Rp48,29 miliar, GOTO Rp34,71 miliar.
Top net foreign sell: BBRI Rp557,26 miliar, MAPI Rp98,87 miliar, DSSA Rp84,98 miliar, TLKM Rp62,59 miliar, BBCA Rp59,85 miliar.
Saham dengan kenaikan tertinggi adalah PT Rukun Raharja Tbk (RLCO) yang naik 15,36 persen ke Rp3.980.
>>> Perbanas Dorong Revitalisasi Model Bisnis UMKM untuk Tingkatkan Kredit
Penurunan terdalam dialami PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang turun 14,86 persen ke Rp2.980.
Update Terbaru
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 di Prambanan, Diikuti 10.200 Pelari
Kamis / 18-06-2026, 19:11 WIB
IDAI Soroti Kejanggalan Kasus Hukum Dokter Anak di Pangkalpinang
Kamis / 18-06-2026, 19:11 WIB
Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026 Usai Proyek SKKL Rampung
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Timnas Jerman Targetkan Kemenangan Lawan Pantai Gading di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Ketrosden Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Polisi New York Siaga Cegah Lonjakan Perdagangan Seks di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
BPOM Terbitkan Aturan Baru Sertifikasi Kosmetik untuk Permudah Izin
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
BI Turunkan Batas Pembelian Dolar AS Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Wamendagri: SE Nobar Piala Dunia Dorong Ekonomi Daerah
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
DPR Ajak UMKM Perempuan Riau Perkuat Empat Pilar Kebangsaan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
BI Batasi Pembelian Dolar AS Tanpa Dokumen Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Masa Rp71,12 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB






