Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Indeks turun 48,39 poin atau 0,78% ke level 6.172,34.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak di zona merah dengan rentang 6.073 hingga 6.197. Indeks LQ45 juga terkoreksi signifikan sebesar 1,33%.

>>> Kemenhut Revisi P8 2021, Tekankan Kemitraan Inklusif dan Hak Ulayat

Total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 17,97 triliun. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 25,7 miliar lembar dengan frekuensi 1,88 juta kali.

Sebanyak 419 saham mencatatkan penurunan harga, sementara 258 saham naik dan 137 saham stagnan.

Sektor Infrastruktur dan Keuangan Tertekan

Mayoritas sektor saham memberikan kontribusi negatif. Sektor infrastruktur menjadi penekan utama dengan ambrol 1,96%, diikuti sektor keuangan yang melemah 1,32%.

Sektor kesehatan turun 1,07%, sektor properti 0,64%, dan sektor perindustrian 0,16%. Namun, beberapa sektor masih bertahan di zona hijau.

Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,49%. Disusul sektor barang konsumsi non-primer 0,47%, transportasi 0,29%, energi 0,12%, dan teknologi 0,04%.

Pasar Asia Bervariasi

Kondisi pasar saham Asia bergerak bervariasi.

Straits Times Singapura naik 0,7% dan Nikkei Jepang melonjak 1,65%, sedangkan Shanghai China melemah 0,43% dan Hang Seng Hongkong anjlok 1,59%.

>>> Pakistan Sambut Baik MoU Islamabad AS-Iran, Puji Diplomasi Damai

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pengumuman MSCI Global Market Accessibility Review pada Jumat (19/6/2026) dan Annual Market Classification Review pada 23 Juni.

Perhatian pasar juga tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,75% pada 18 Juni 2026.