Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mendorong penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sebagai instrumen baru untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah strategis ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (18/6/2026). Sektor wisata olahraga dinilai menjadi ruang baru yang tengah diperebutkan banyak negara.

>>> BI Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Acuan Lagi

Dampak ekonomi dari ajang balap internasional di Kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat, sebelumnya telah mencatatkan angka Rp4,96 triliun pada tahun 2025.

Restrukturisasi Regulasi dan Ekosistem Pariwisata Olahraga

Pemerintah kini melakukan akselerasi ekosistem pariwisata olahraga melalui restrukturisasi regulasi besar-besaran.

Kementerian Pemuda dan Olahraga telah memangkas program kerja dari 191 menjadi hanya empat program utama, serta menyederhanakan sekitar 900 pasal regulasi.

"Kalau tidak ada infrastruktur dan event seperti ini, tidak mungkin lahir atlet-atlet yang mendunia.

Talenta sudah lahir, sudah mulai berkembang, dan sekarang kita sama-sama membuka jalan bagaimana pertumbuhan ekonomi itu bisa terjadi," kata Erick Thohir.

>>> AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman Damai 14 Poin

Pengembangan infrastruktur olahraga ini dianggap krusial untuk melahirkan atlet lokal yang mampu bersaing di kancah internasional.

Evaluasi kementerian menunjukkan bahwa potensi dari agenda strategis nasional ini masih belum dimanfaatkan secara sepenuhnya oleh Indonesia.

Erick Thohir menyebut nilai sport tourism global saat ini sekitar 625 miliar dolar AS, dan diprediksi mencapai 2,7 triliun dolar AS pada tahun 2033.

"Ini opportunity," ujarnya.

>>> Pengamat: Pembatalan Penalti Manajer KDMP Langkah Tepat

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 9 hingga 11 Oktober 2026.