Persija Jakarta mulai menyusun kerangka tim untuk menghadapi musim 2026/2027. Pelatih Shin Tae-yong telah menetapkan standar tinggi bagi para pemain yang akan dipertahankan atau dicoret.

Aspek mentalitas menjadi sorotan utama juru taktik asal Korea Selatan tersebut. Menurutnya, kemampuan teknis tidak akan berarti tanpa kemauan besar untuk bertarung demi tim.

>>> Davina Karamoy Jadi Korban Penipuan Travel Haji Hanania Group

Shin Tae-yong menegaskan bahwa pemain yang enggan melebur dalam skema taktis dan hanya mementingkan ego pribadi tidak akan mendapat tempat di skuad utama.

Ia menginginkan pemain yang mau berkorban untuk kepentingan bersama.

"Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim.

Pemain yang merasa 'siapa saya' dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan.

Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola," ujar Shin Tae-yong.

>>> Alberto Puig Tinggalkan Jabatan Team Manager Honda MotoGP Akhir Musim 2026

Fleksibilitas taktis juga menjadi indikator utama komitmen seorang pemain.

Shin Tae-yong mencontohkan bahwa seorang striker pun harus mau turun ke area penalti sendiri untuk merebut bola jika diperlukan.

"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi," ucapnya.

Momen pengorbanan kecil seperti itu diyakini mampu membakar semangat juang seluruh tim. Kohesi antarpemain akan terbentuk ketika melihat rekan setim bekerja ekstra keras.

Meskipun intensitas tinggi sulit dipertahankan sepanjang 90 menit, konsistensi dalam memberikan determinasi pada momen krusial menjadi pembeda kualitas tim.

>>> Chef Remy Sedayu Bagikan Strategi Bisnis Kuliner Berkelanjutan untuk UMKM

"Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama," tutupnya.