PT Bank DBS Indonesia memfokuskan strategi bisnis masa depannya pada layanan pengelolaan aset atau wealth management.

Langkah ini diambil untuk membidik segmen nasabah affluent di tengah persaingan industri perbankan nasional yang semakin ketat.

>>> 5 Aplikasi Alternatif iCloud untuk Backup Data iPhone

Kelompok nasabah kelas atas tersebut dinilai sebagai segmen yang aman dengan pertumbuhan dana yang konsisten tinggi.

Peningkatan literasi finansial di masyarakat Indonesia juga dipandang sebagai peluang besar bagi pertumbuhan bisnis pengelolaan aset.

Potensi Pesar Segmen Affluent

Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product DBS Indonesia Natalina Syabana menjelaskan bahwa potensi pasar di sektor ini sangat besar meski jumlahnya terbatas secara populasi.

>>> Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Pertalite dan Solar Tidak Naik

"Segmen affluent itu kalau kita lihat walaupun cuma 1% dari populasi seluruh Indonesia, mereka itu menguasai 70% free asset domestik," kata Natalina dalam paparannya saat media gathering di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Untuk mengantisipasi kompetisi yang makin sengit, Bank DBS Indonesia berkomitmen menyediakan layanan pengelolaan aset yang lebih unggul.

>>> Terdakwa Pembunuhan Lima Anggota Keluarga di Indramayu Dituntut Hukuman Mati

Strategi tersebut akan dijalankan melalui analisis situasi pasar secara rutin serta penyediaan peluang pertumbuhan investasi yang disesuaikan dengan portofolio setiap nasabah.