PT Bank DBS Indonesia terus menggenjot bisnis wealth management dengan memanfaatkan jaringan grup internasional DBS. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan potensi pasar yang masih terbuka lebar di Indonesia.

Hingga Mei 2026, total dana kelolaan atau asset under management (AUM) wealth DBS Indonesia tumbuh 7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

>>> Mekanik Ungkap Ketahanan Transmisi CVT Mitsubishi Xpander vs Toyota Veloz Bekas

Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan akuisisi nasabah baru yang melesat hingga 73 persen yoy pada periode yang sama.

Didukung Analisis Data Investasi

Consumer Banking Director DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan bahwa bisnis wealth management terus mencatatkan tren positif sepanjang tahun ini.

Pihaknya mengklaim DBS Indonesia menjadi salah satu perbankan terunggul di sektor tersebut berkat kapabilitas analisis data investasi yang kuat.

>>> ALOGIC Luncurkan Layar Sentuh FOKUS, Monitor Aspekt Touch 27", dan Webcam IRIS 2 4K

"Selalu saya bilang bahwa DBS Indonesia akan mendorong wealth dengan strength kita. Strength kita tuh di mana?

Strength kita tuh adalah di insight driven," ujar Melfrida Gultom.

Kombinasi antara jaringan global yang mumpuni dan analisis berbasis data menjadi modal utama perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar domestik.

>>> OPPO Enco Air5 Siap Meluncur di India, Tawarkan Peredam Bising Aktif

Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan bisnis wealth management ke depannya.