PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) menargetkan pertumbuhan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar 5% hingga akhir 2026.

Pelaksana Tugas Presiden Direktur Bahana TCW, Danica Adhitama, mengatakan perusahaan akan fokus pada diversifikasi dan inovasi produk.

>>> Mengenal Hari Besar Peringatan Internasional Setiap Tanggal 22 Maret

Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah penerbitan instrumen investasi alternatif, seperti Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas.

Penguatan Manajemen Portofolio

Manajemen portofolio diperkuat dengan mengombinasikan analisis Top-Down dan Bottom-Up secara komprehensif.

Analisis Top-Down mencakup pemantauan kondisi makroekonomi global, kebijakan bank sentral, dan indikator ekonomi domestik.

Sementara pendekatan Bottom-Up digunakan untuk meneliti fundamental setiap emiten, sehingga hanya aset berkualitas dengan risiko terukur yang dipilih.

>>> Samsung Health Rilis Pembaruan Berbasis AI untuk Galaxy Watch

Danica menambahkan bahwa strategi ini relevan di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan dinamika geopolitik global.

Perusahaan juga mengedepankan disiplin manajemen risiko, diversifikasi portofolio, dan prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan investasi.

Optimisme perusahaan didukung oleh proyeksi pemulihan ekonomi nasional yang kokoh dan inflasi yang terkendali.

>>> Demo Anti-Pemerintah Iran Pecah di Luar Stadion SoFi Jelang Laga Piala Dunia

Hingga Mei 2026, nilai dana kelolaan Bahana TCW tercatat mencapai Rp 85,65 triliun.