Samsung Electronics resmi meluncurkan pembaruan besar pada aplikasi Samsung Health yang berbasis kecerdasan buatan (AI). Pembaruan ini dirancang untuk memperkuat sistem pemantauan kesehatan pada perangkat Galaxy Watch.

Dengan integrasi teknologi AI, Galaxy Watch kini dapat memantau kondisi fisik pengguna secara proaktif.

>>> Demo Anti-Pemerintah Iran Pecah di Luar Stadion SoFi Jelang Laga Piala Dunia

Fokus utama meliputi perubahan kecil pada detak jantung, kualitas tidur, kadar oksigen darah, dan tingkat stres.

Hon Pak, Senior Vice President and Head of the Digital Health Team, Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, menyatakan bahwa Samsung Health terus berkembang.

Data kesehatan yang diukur melalui Galaxy Watch dihubungkan dengan insight berbasis AI agar pengguna lebih mudah memahami kondisi fisik dan mental.

Samsung berkomitmen menghadirkan pengalaman kesehatan yang lebih personal melalui konektivitas ekosistem Galaxy dan inovasi digital health berbasis AI.

Hal ini disampaikan Hon Pak dalam keterangan resminya pada Selasa (16/6/2026).

Fitur Baru untuk Pemantauan Kesehatan

Pembaruan ini memperkenalkan Vitals, sistem pemantauan kesehatan yang aktif saat pengguna tidur.

Fitur ini melacak lima indikator biologis: detak jantung, variabilitas detak jantung (HRV), laju pernapasan, suhu kulit, dan kadar oksigen darah.

>>> Tujuh Prinsip Koperasi Berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 1992

Vitals hanya memberikan notifikasi jika mendeteksi perubahan signifikan dari pola normal harian. Mekanisme ini membantu pengguna mengetahui kapan tubuh memerlukan istirahat tambahan.

Fitur Heart Health Score mengevaluasi kondisi jantung secara menyeluruh dengan menggabungkan data kualitas tidur, tingkat stres, aktivitas fisik, dan komposisi tubuh menjadi satu skor harian.

Bagi peminat olahraga, Daily Cardio Load menghitung akumulasi beban pada sistem kardiovaskular. Fitur ini menganalisis aktivitas harian dan kapasitas latihan maksimal untuk memberikan rekomendasi intensitas olahraga ideal.