PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) menargetkan pertumbuhan dana kelolaan sebesar 5 persen hingga akhir tahun 2026.

Target ini akan dicapai melalui strategi diversifikasi dan inovasi produk.

>>> Stanford Buka Pendaftaran Program Akselerasi Bisnis untuk Pengusaha Indonesia

Perusahaan akan menerbitkan instrumen investasi alternatif yang inovatif, seperti Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas. Langkah ini diambil untuk merespons kebutuhan investor secara lebih presisi.

Plt Presiden Direktur Bahana TCW, Danica Adhitama, menyatakan bahwa inisiatif strategis tersebut merupakan salah satu prioritas perusahaan.

"Kami mendorong penerbitan instrumen investasi alternatif yang inovatif, seperti produk ETF berbasis emas," ujarnya.

Dalam pengelolaan investasi, Bahana TCW mengombinasikan metode Top-Down dan Bottom-Up.

Metode Top-Down digunakan untuk memetakan makroekonomi global serta kebijakan bank sentral, sedangkan Bottom-Up untuk membedah fundamental setiap perusahaan.

Melalui perpaduan analisis tersebut, perusahaan menyaring kelas aset terbaik dengan tingkat risiko paling terukur. Hal ini relevan di tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan dinamika geopolitik global.

>>> Promo Tip Top 30 April hingga 5 Mei 2026: Potongan Harga untuk Beragam Kebutuhan

Danica menambahkan bahwa strategi itu sangat relevan karena kondisi pasar saat ini masih dipengaruhi fluktuasi nilai tukar Rupiah dan dinamika geopolitik.

"Selain berfokus pada kualitas aset, kami juga mengedepankan disiplin manajemen risiko, diversifikasi portofolio, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses pengambilan keputusan investasi," jelasnya.

Penerapan manajemen risiko yang ketat membuat perusahaan optimistis dapat mencapai target ekspansi bisnis hingga akhir tahun.

Optimisme ini diperkuat oleh pengakuan industri terhadap kredibilitas dan tata kelola perusahaan yang dinilai unggul.

Hingga Mei 2026, nilai dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Bahana TCW telah mencapai Rp 85,65 triliun.

>>> Kemenkes Peringatkan Ancaman Wabah Campak saat Libur Lebaran 2026

Dengan target pertumbuhan 5 persen, perusahaan optimistis dapat meningkatkan AUM secara signifikan.