PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat laba bersih sebesar USD 2,175 miliar sepanjang tahun 2025.

Pencapaian ini didorong oleh kinerja operasional yang solid dari seluruh entitas afiliasi perusahaan.

>>> Trump Umumkan Kesepakatan Awal Damai dengan Iran, Selat Hormuz Segera Dibuka

Seluruh entitas dari Regional 1 hingga Regional 5 berkontribusi terhadap pendapatan tersebut. Anak usaha seperti Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Service Indonesia juga turut memperkuat hasil keuangan.

Dari sisi operasional, PHE mencatat total produksi minyak dan gas bumi sebesar 1,032 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD).

Produksi minyak mencapai 556 ribu barel per hari (MBOPD).

Realisasi produksi gas bumi PHE mencapai 2.757 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Capaian ini didorong oleh program pengembangan lapangan yang masif di berbagai wilayah kerja.

Sepanjang tahun lalu, PHE menyelesaikan pemboran eksploitasi pada 887 sumur. Perusahaan juga menuntaskan workover di 1.288 sumur dan well service pada 37.266 sumur.

Aktivitas eksplorasi terus ditingkatkan untuk menemukan sumber daya baru.

Hingga akhir Desember 2025, PHE mengebor 20 sumur eksplorasi, melakukan survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi.

Langkah eksplorasi ini menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta BOE.

>>> Pemerintah Optimistis Redanya Konflik AS-Iran Longgarkan Ruang Fiskal APBN

Pasokan terbesar berasal dari temuan Migas Non-Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan yang menyumbang 724,22 juta BOE.

PHE juga mencatat penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 314 juta BOE. Tambahan ini termasuk dari proyek internasional yang berjalan, yakni MLN Phase 5 di Blok 405a, Aljazair.