PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,85 triliun hingga Mei 2026.

Angka ini melonjak 54,37 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,19 triliun.

>>> Mohamed Salah Desak Liverpool Kembalikan Gaya Heavy Metal Football

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 15,15 persen menjadi Rp 7,13 triliun.

Ekspansi bisnis juga terlihat dari pembukaan BTN Digital Store di tiga lokasi strategis Jakarta, yaitu Bintaro Jaya, BSD, dan Pantai Indah Kapuk.

Total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp 403,06 triliun, naik 9,97 persen dari posisi Mei 2025 yang sebesar Rp 366,52 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi tercatat Rp 433,95 triliun, tumbuh 9,09 persen secara tahunan.

Laba operasional konsolidasi melesat 58,37 persen menjadi Rp 2,39 triliun, dan pre provision operating profit (PPOP) grup naik 20,07 persen menjadi Rp 3,98 triliun.

>>> Manchester City Raih Gelar Piala FA Kedelapan Usai Tumbangkan Chelsea

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan kinerja positif ini menunjukkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika ekonomi global.

Menurut Nixon, sektor perumahan masih memiliki ruang pertumbuhan besar karena rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

"Rumah bukan sekadar aset investasi, tetapi merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Selama masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan terhadap pembiayaan perumahan akan terus ada," ujar Nixon dalam siaran pers, Senin (15/6/2026).

BTN optimistis sektor perumahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

>>> Warren Buffett Ungkap Rahasia Investasi Tenang dengan Market Closure Test

Pada tahun ini, perseroan terus memperkuat transformasi bisnis dan inovasi layanan guna memantapkan ekosistem perumahan nasional.