BREN Targetkan Kapasitas Energi Terbarukan Capai 2,8 GW pada 2032
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyiapkan peta jalan ekspansi agresif untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi terbarukan secara signifikan di Indonesia.
Langkah strategis emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu ini ditujukan guna menangkap peluang dari agenda transisi energi nasional yang dicanangkan pemerintah.
>>> Orang Tua Gaji di Bawah Rp5 Juta Bisa Siapkan Dana Kuliah Anak
Perusahaan saat ini mengoperasikan kapasitas terpasang panas bumi sebesar 910 megawatt (MW) dan berencana melipatgandakan produksinya melalui beberapa tahapan pengembangan.
Target Penambahan Kapasitas Panas Bumi
Target penambahan kapasitas terdekat mencakup 18 MW pada tahun 2025 dan 77 MW pada tahun 2026 demi mengejar target kapasitas panas bumi sebesar 1 GW.
Skenario dasar perusahaan memproyeksikan kapasitas panas bumi tumbuh menjadi 1.905 MW pada tahun 2032, sementara skenario optimistis membidik angka 2.430 MW.
Ekspansi BREN juga menyasar segmen energi angin untuk menaikkan kapasitas dari 79 MW saat ini menjadi 398 MW pada tahun 2032, dengan penambahan porsi terbesar sekitar 220 MW pada tahun 2028.
>>> Iran Tetapkan Masa Berkabung Nasional 40 Hari Pasca Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Melalui rencana kerja ini, akumulasi kapasitas energi terbarukan BREN diproyeksikan menyentuh 2,3-2,8 GW pada tahun 2032, sekaligus memperkuat posisinya sebagai platform energi bersih independen terbesar di tanah air.
Pertumbuhan jangka panjang emiten ini disokong oleh Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang membidik kenaikan kontribusi energi baru terbarukan (EBT) nasional menjadi 34,3% pada tahun 2034.
Di dalam kelompok EBT tersebut, energi panas bumi diproyeksikan menjadi kontributor terbesar kedua dengan porsi 28%.
Aktivitas ekspansi ini berjalan beriringan dengan raihan kinerja keuangan triwulan pertama tahun 2026, di mana BREN mencatatkan pendapatan sebesar US$ 165,1 juta atau tumbuh 9,8% secara tahunan (yoy).
>>> Netflix Siapkan Drakor The Scandal, Duetkan Ji Chang Wook dan Son Ye Jin
Pertumbuhan pendapatan tersebut mengerek laba bersih perusahaan pada kuartal I-2026 menjadi US$ 43 juta, mengalami kenaikan sebesar 25,6% yoy dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Update Terbaru
Dani Olmo Catat Penampilan Ke-50 Bersama Timnas Spanyol
Selasa / 16-06-2026, 03:00 WIB
HokBen Hadirkan Promo Hari Kartini 21-22 April 2026, Paket Makan Mulai Rp27.000
Selasa / 16-06-2026, 02:59 WIB
IFG Kirim 43 Peserta Ikuti Program Pemantapan Nilai Kebangsaan Lemhannas 2026
Selasa / 16-06-2026, 02:59 WIB
Waskita Karya Rampungkan Perluasan Area Mataf Masjidil Haram
Selasa / 16-06-2026, 02:59 WIB
Harga Emas Sentuh Rp 2.487.000 per Gram, Investor Pertimbangkan Strategi Pembelian
Selasa / 16-06-2026, 02:55 WIB
Vivo V70 FE 5G vs Samsung Galaxy A37 5G: Duel Ponsel Rp6 Jutaan dengan RAM 8GB
Selasa / 16-06-2026, 02:54 WIB
Investor China Kucurkan Rp 15 Triliun ke Industri Kendaraan Listrik Kendal
Selasa / 16-06-2026, 02:54 WIB
Waskita Karya Catat 7,5 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek LRT Jakarta
Selasa / 16-06-2026, 02:52 WIB
MAXstream Gangguan Saat Siarkan Spanyol vs Cape Verde di Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 02:49 WIB
Dodge Charger SRT8 Empat Pintu Diubah Jadi Coupe, Dilelang
Selasa / 16-06-2026, 02:48 WIB
Strategi Buffett dan Munger Hadapi Penurunan Saham hingga 50 Persen
Selasa / 16-06-2026, 02:48 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 6.150-6.400 pada 17 Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 02:44 WIB
Kiaton Bagikan 20 Ucapan Selamat Paskah 2026 Berbahasa Inggris
Selasa / 16-06-2026, 02:41 WIB
Warren Buffett Ungkap Rahasia Investasi Sederhana untuk Jangka Panjang
Selasa / 16-06-2026, 02:41 WIB






