PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil menyelesaikan proyek renovasi area mataf di Masjidil Haram, Mekah.

Proyek ini merupakan bagian dari program perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) yang dimulai pada 2013.

>>> Harga Emas Sentuh Rp 2.487.000 per Gram, Investor Pertimbangkan Strategi Pembelian

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa proyek ini bukan sekadar pencapaian konstruksi. Menurutnya, ini adalah wujud kontribusi Indonesia dalam mendukung fasilitas ibadah umat Islam global.

Area mataf yang sebelumnya hanya mampu menampung 48 ribu jemaah kini dapat memuat lebih dari 105 ribu orang.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan membuat rangkaian ibadah haji dan umrah lebih tertib, aman, dan nyaman.

Proyek dengan nilai kontrak 59 juta riyal Saudi ini menjadi salah satu capaian monumental Waskita di industri konstruksi internasional.

Perseroan telah berkecimpung di Arab Saudi selama lebih dari sepuluh tahun.

>>> Vivo V70 FE 5G vs Samsung Galaxy A37 5G: Duel Ponsel Rp6 Jutaan dengan RAM 8GB

Rekam Jejak Waskita di Arab Saudi

Sebelum menggarap perluasan mataf, Waskita telah menyelesaikan King Saud Fitness College pada 2011 senilai 16 juta riyal Saudi.

Pada 2009, perusahaan membangun King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College senilai 50 juta riyal Saudi.

Antara 2010 hingga 2012, Waskita ikut membangun gedung 31 lantai di King Abdullah Financial District (KAFD).

Perseroan juga berkontribusi dalam proyek Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah.

Ermy menambahkan bahwa keberhasilan ini memperkuat posisi Waskita sebagai perusahaan konstruksi terkemuka dengan portofolio global. Perseroan telah mengantongi perizinan operasional lengkap di Arab Saudi.

>>> Investor China Kucurkan Rp 15 Triliun ke Industri Kendaraan Listrik Kendal

Manajemen optimis rekam jejak ini akan membuka peluang kerja sama baru. Waskita bertekad mempertahankan posisinya di pasar global melalui tata kelola baik dan peningkatan kompetensi SDM.