The Federal Reserve (The Fed) diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan minggu ini.

Pertemuan ini menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Gubernur yang baru, Kevin Warsh.

>>> Belgia vs Mesir Imbang 1-1 di Laga Perdana Grup G Piala Dunia 2026

Keputusan moneter tersebut diperkirakan belum mampu meringankan beban biaya hidup yang kini menghimpit banyak rumah tangga di Amerika Serikat.

Para pakar menilai bank sentral AS justru berpotensi mempertimbangkan kenaikan suku bunga.

Meskipun saat pencalonannya Warsh sempat mengisyaratkan keterbukaan terhadap pemangkasan, laju inflasi yang masih bertengger di kisaran dua kali lipat dari target jangka panjang The Fed sebesar 2% menjadi pemicu.

Kondisi ini menempatkan Warsh dalam situasi dilematis di hadapan Presiden Donald Trump yang mendesak penurunan suku bunga secara tajam.

Data pasar mengindikasikan peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Juni 2026 hampir tidak ada.

"Seorang Warsh yang diharapkan sejalan dengan kebijakan Trump kemungkinan besar masih akan mencoba menyeimbangkan sikap netral, sembari tetap mengakui bahwa kenaikan suku bunga adalah sebuah kemungkinan," tulis laporan riset Capital Economics yang dikutip CNBC internasional.

Pendekatan Baru dalam Mengukur Inflasi

Kepemimpinan Warsh membawa sorotan baru pada pendekatan pengukuran inflasi.

Berbeda dengan pendahulunya, Jerome Powell, yang kerap mengandalkan inflasi inti, Warsh lebih memilih metode trimmed mean atau rata-rata yang dipangkas.

>>> Belgia vs Mesir Imbang 1-1 di Laga Perdana Grup G Piala Dunia 2026

Sistem ini bekerja dengan mengeliminasi kategori barang dan jasa yang mengalami lonjakan atau penurunan harga ekstrem dalam satu bulan.

Langkah ini didasari asumsi bahwa fluktuasi ekstrem tersebut dipicu oleh faktor temporer.