PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja atau lost time injury (LTI) dalam pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.

Capaian ini diumumkan pada Senin (15/6/2026).

>>> Raul Asencio Yakin Mourinho Bawa Real Madrid Juara Liga Spanyol

Akumulasi jam kerja tanpa insiden yang mengakibatkan hari kerja hilang tersebut menjadi fondasi penting.

Pelaksanaan proyek infrastruktur ini berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta dan ruang kerja yang terbatas.

Kontraktor mengoptimalkan pengerjaan pada malam hari untuk mengatasi hambatan ruang dan lalu lintas. Langkah ini menuntut fokus tinggi serta inovasi pada sistem keselamatan kerja di area konstruksi.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah lalu lintas Jakarta yang selalu padat.

Waskita berupaya mengoptimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja.

Waskita bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro selaku pemilik proyek telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian.

Uji coba tersebut meliputi tes jalur lintasan atau train run sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.

Jalur yang diuji mencakup perlintasan di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 sampai 2+100.

Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan span sepanjang 120 meter agar arus lalu lintas jalan tol tidak terganggu selama masa konstruksi.

>>> Fitur Medical ID di Smartphone Bantu Percepat Respons Medis Darurat

Pengawasan ketat dilakukan melalui monitoring survey dan chamber secara berkala setiap hari. Pemasangan safety net di sekeliling segmen girder balance berhasil mewujudkan zero accident dalam proses ini.