PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja dalam pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.

Pencapaian ini diumumkan pada Senin (15/6/2026).

>>> Dony Oskaria: Penguatan IHSG Buktikan Fundamental Ekonomi Indonesia Solid

Angka akumulasi jam kerja tanpa insiden yang mengakibatkan hari kerja hilang ini menjadi fondasi penting pelaksanaan proyek di tengah padatnya lalu lintas Jakarta.

Realisasi nilai pembangunan proyek kereta ringan ini telah menembus angka 93,37 persen dari total anggaran sebesar Rp4,1 triliun.

Manajemen Waskita menyatakan koordinasi dengan pemilik proyek terus diperkuat demi kelancaran proses pembangunan serta rangkaian pengujian sistem.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengungkapkan tantangan utama yang dihadapi adalah lalu lintas Jakarta yang selalu padat.

"Kami sebagai kontraktor berupaya mengoptimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja.

Waskita melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola bukan dihindari," ujar Ermy.

Waskita bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) selaku pemilik proyek sebelumnya sudah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian.

Pengujian tersebut meliputi tes jalur lintasan atau train run sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.

>>> Tip Top Beri Diskon Kecap hingga Kopi untuk Member 13-16 April 2026

Lintasan tes tersebut melewati area di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 sampai 2+100 dengan metode balance cantilever sepanjang 120 meter.

Pemasangan safety net pada sekeliling segmen girder serta pelaksanaan monitoring survey dan chamber secara berkala setiap hari juga terus dilakukan.

"Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan," tegas Ermy.