Chief Executive Officer (CEO) Microsoft, Satya Nadella, memperingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak boleh hanya menguntungkan segelintir perusahaan teknologi.

Menurut Nadella, jika manfaat ekonomi dan pengetahuan yang dihasilkan AI hanya terkonsentrasi pada sejumlah kecil perusahaan pengembang AI, berbagai industri berisiko kehilangan nilai dan keunggulan kompetitif.

>>> IDI Khawatirkan Kriminalisasi Dokter dalam Kasus dr Ratna

Peringatan ini disampaikan Nadella dalam esai terbarunya berjudul "A Frontier Without an Ecosystem is Not Stable" yang dipublikasikan pada Minggu (14/6/2026) waktu AS.

"Yang tidak kita inginkan pastinya adalah situasi ketika perusahaan-perusahaan di berbagai industri justru menyerahkan nilai bisnis mereka kepada segelintir model AI," kata Nadella dalam esai yang diunggah di platform X.

"Jika seluruh nilai ekonomi hanya dinikmati oleh beberapa model AI, kondisi seperti itu pada akhirnya tidak akan diterima oleh masyarakat maupun pembuat kebijakan.

Tidak ada ruang bagi masa depan AI yang membuat industri-industri kehilangan nilai dan daya saingnya," imbuh Nadella.

Setara dengan Dampak Globalisasi

Nadella menambahkan bahwa kondisi ini dapat memunculkan dampak yang mirip dengan gelombang globalisasi pada masa lalu.

Saat itu, banyak perusahaan dan sektor industri mengalami kemunduran akibat outsourcing, yaitu langkah bisnis memindahkan aktivitas produksi ke wilayah lain demi menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.

Menurut Nadella, fenomena serupa berpotensi terulang pada era AI.

Perusahaan di berbagai sektor bisa kehilangan nilai karena pengetahuan, pengalaman, dan proses bisnis mereka dapat menjadi komoditas yang diserap dan direplikasi oleh model AI.

"Jangan sampai dinamika yang sama terjadi pada era AI, ketika sejumlah kecil sistem AI menikmati sebagian besar keuntungan ekonomi, sementara berbagai industri kehilangan nilai dari pengetahuan yang mereka miliki," jelas Nadella.