Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk orang tua murid, siswa SMK tata boga, organisasi keagamaan, dan pesantren.

Hal itu disampaikan Gibran usai meninjau pelaksanaan MBG di SD Negeri Wolomoni, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis.

>>> Mumbai Hentikan Pasokan Air untuk Kolam Renang dan Konstruksi

"Bukan hanya kantin sekolah, mungkin bisa melibatkan pesantren, gereja, SMK tata boga, ibu-ibu PKK, dan orang tua murid.

Semua bisa dilibatkan," kata Gibran.

Menurut Gibran, semakin banyak pihak yang terlibat, pelaksanaan MBG akan semakin baik. Orang tua murid, misalnya, sudah memahami pola makan anak-anak mereka.

"Masukan dari orang tua murid sangat baik untuk perbaikan menu ke depan," jelasnya.

>>> Kinerja CMRY Kuartal III-2026 Diproyeksi Tumbuh Positif di Tengah Tekanan Biaya

Wapres juga menekankan bahwa pemerintah terus memperbaiki tata kelola MBG. Masa libur sekolah saat ini menjadi momen evaluasi dan perbaikan menyeluruh.

Gibran menyatakan bahwa pemberian MBG untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sudah terasa manfaatnya.

"Ke depan akan terus diperbaiki agar lebih tepat sasaran dan praktik korupsi tidak terjadi," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola MBG, termasuk moratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, penghitungan ulang insentif, dan fokus pada penerima yang paling membutuhkan.

>>> Jorge Martin Ungkap Pembatalan Kontrak Sepihak oleh Ducati

Badan Gizi Nasional (BGN) juga akan melakukan efisiensi keuangan sebagai bagian dari perbaikan tata kelola, menunggu kajian komprehensif selama libur sekolah.