Kinerja CMRY Kuartal III-2026 Diproyeksi Tumbuh Positif di Tengah Tekanan Biaya
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) diperkirakan masih mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal III-2026. Namun, kinerja tersebut dibayangi oleh tekanan biaya bahan baku dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai prospek CMRY masih ditopang oleh pertumbuhan kuat segmen produk olahan susu.
>>> Jorge Martin Ungkap Pembatalan Kontrak Sepihak oleh Ducati
Pada kuartal I-2026, segmen tersebut tumbuh 51,8% year on year (YoY) menjadi Rp 1,31 triliun.
Pendapatan perseroan mencapai Rp 3,16 triliun atau tumbuh 27,87% YoY. Laba bersih CMRY juga meningkat 15,65% YoY menjadi Rp 555 miliar.
Konsumsi domestik yang stabil, inovasi produk, dan ekspansi distribusi diperkirakan tetap menjaga pertumbuhan penjualan CMRY di level double digit.
Namun, Azis mengingatkan bahwa pertumbuhan laba bersih kemungkinan tidak setinggi pertumbuhan pendapatan.
Tantangan utama CMRY pada kuartal III-2026 berasal dari kenaikan harga bahan baku susu, daging sapi, dan material kemasan.
Pelemahan rupiah juga berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku.
Meski demikian, Azis menilai CMRY masih mampu menjaga margin melalui penyesuaian harga selektif, peningkatan kontribusi produk premium, serta efisiensi operasional dan distribusi.
>>> Sudan Selatan dan PBB Targetkan Akhiri Pengungsian 60.000 Orang pada 2026
Ia merekomendasikan trading buy saham CMRY dengan target harga Rp 4.600 hingga Rp 4.700 per saham.
Sementara itu, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai prospek CMRY pada kuartal III-2026 cenderung moderat. Permintaan musiman stabil, tetapi daya beli konsumen menengah masih tertekan.
Wafi memperkirakan pertumbuhan pendapatan berada di level single digit secara tahunan karena ruang kenaikan harga terbatas.
Tekanan margin datang dari pelemahan rupiah dan kenaikan harga daging sapi di tengah persaingan industri yang ketat.
Faktor yang perlu dicermati investor antara lain pergerakan kurs rupiah, harga susu global, dan kemampuan manajemen dalam meneruskan kenaikan biaya ke konsumen.
CMRY dinilai masih dapat melakukan strategi defensif melalui efisiensi kemasan dan hedging parsial.
>>> Menko Polkam Minta Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
Namun, Wafi mengingatkan bahwa ketika rupiah dan harga bahan baku naik bersamaan, tekanan margin pada kuartal III-2026 sulit dihindari.
Update Terbaru
Siapa Anak dan Istri Agustinus Bambang Jusana? Dirigendi Indonesia yang Meninggal Dunia, Benarkah Bukan Orang Biasa?
Kamis / 18-06-2026, 18:41 WIB
OpenAI dan Lionel Messi Luncurkan Pusat Informasi Sepak Bola Terpadu
Kamis / 18-06-2026, 18:40 WIB
Universitas Airlangga Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027
Kamis / 18-06-2026, 18:40 WIB
Baznas OKU Salurkan Beasiswa Pendidikan Lewat Program OKU Cerdas
Kamis / 18-06-2026, 18:40 WIB
Distribusi MBG Dihentikan Sementara Selama Libur Sekolah
Kamis / 18-06-2026, 18:40 WIB
Okupansi KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Capai 97,5 Persen
Kamis / 18-06-2026, 18:40 WIB
Zidane Kartu Merah, Italia Juara Piala Dunia 2006
Kamis / 18-06-2026, 18:40 WIB
SPBU Swasta Mulai Jual Bensin Kembali Pascapemulihan Pasokan
Kamis / 18-06-2026, 18:40 WIB
Lirik Wonderwall Oasis Kembali Ramai Usai Diputar saat Timnas Inggris Berhasil Kalahkan Kroasia di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 18:37 WIB
Rekor Baru, 3.623 Orang Terjebak di Pegunungan Jepang pada 2025
Kamis / 18-06-2026, 18:36 WIB
Mentan: Infrastruktur Diperkuat untuk Mitigasi El Nino Godzilla
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Masyarakat Makin Peduli Kualitas Air Minum untuk Kesehatan
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Enesis Group Raih Lima Penghargaan HR Asia Awards 2026
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
OpenAI Luncurkan Pusat Informasi Sepak Bola Terpadu Lewat ChatGPT
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB






