Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk tidak mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur sekolah. Keputusan ini diambil dalam rangka penataan dan standarisasi tata kelola operasional.

Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk efisiensi sumber daya.

>>> Okupansi KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Capai 97,5 Persen

"Untuk kali ini kebijakan yang kami ambil adalah kami benar-benar tidak mendistribusikan MBG dengan maksud tadi untuk standarisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Kamis.

BGN telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 pada 17 Juni 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada periode hari libur.

Surat edaran ini dikeluarkan untuk optimalisasi tata kelola, efisiensi sumber daya, dan standarisasi program MBG.

Kebijakan ini bertepatan dengan masa libur sekolah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu pada 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

>>> Zidane Kartu Merah, Italia Juara Piala Dunia 2006

Selama periode tersebut, semua penerima MBG, termasuk siswa dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD), tidak akan menerima distribusi.

Agustina menjelaskan bahwa berbeda dengan pola distribusi saat Ramadhan yang menggunakan mekanisme bundling, kali ini BGN memutuskan untuk tidak mendistribusikan MBG sama sekali.

Momentum libur sekolah dimanfaatkan untuk melakukan penataan kembali dan perbaikan pengelolaan program agar ke depan lebih optimal.

Perbaikan tata kelola distribusi akan dilakukan pada libur sekolah semester ganjil dan genap, hari libur nasional, hari libur keagamaan, hari libur fakultatif yang ditetapkan pemerintah daerah, serta hari libur Sabtu dan Minggu.

>>> SPBU Swasta Mulai Jual Bensin Kembali Pascapemulihan Pasokan

"Kami ingin melakukan tata kelola kembali dan penataan kembali, sehingga mengambil momentum liburan sekolah ini untuk perbaikan pengelolaan program MBG," kata Agustina.