PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (18/6/2026).

>>> Pimpinan DPR, OJK, dan BEI Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa

Langkah menahan laba bersih tersebut bertujuan memperkuat modal kerja serta mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan. Demikian dilansir dari Money.

Sepanjang tahun 2025, emiten pengelola kawasan industri ini membukukan laba bersih sebesar Rp30 miliar. Total pendapatan perusahaan mencapai Rp427 miliar.

Kontribusi utama pendapatan berasal dari penjualan lahan senilai Rp220 miliar. Sisanya sebesar Rp207 miliar berasal dari pendapatan berulang seperti maintenance fee, service charges, air, dan sewa.

Media Relations Bekasi Fajar Industrial Estate, Rika Mandasari, menjelaskan capaian perusahaan sepanjang tahun buku tersebut.

"Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 427 miliar yang utamanya ditopang dari penjualan lahan sebesar Rp 220 miliar dan sisanya berasal dari recurring income," ujarnya.

Pada kuartal I-2026, perusahaan mencatatkan pemulihan kinerja keuangan dengan pendapatan Rp90 miliar. Angka ini naik dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp45 miliar.

Pemulihan tersebut didorong pertumbuhan recurring income serta kontribusi dari sektor penjualan lahan.

Perseroan berhasil membalikkan kondisi rugi bersih Rp33 miliar pada kuartal I-2025 menjadi laba bersih Rp9 miliar pada tiga bulan pertama 2026.

>>> KPK Tegaskan Penyelidikan Kasus MBG Tak Dihentikan Permanen

"Margin laba bersih juga mengalami peningkatan signifikan dari minus 73 persen menjadi positif 10 persen," papar Rika Mandasari.

Memasuki tahun 2026, perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp600 miliar. Target ini dibidik dari sektor potensial seperti pergudangan, logistik, barang konsumen, makanan dan minuman, hingga pusat data.