Lenovo menilai guru memiliki peran krusial dalam memastikan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan berjalan bertanggung jawab.

Director and Head of Sales Solutions and Services Group Lenovo Greater Asia Pacific Debdut Maiti mengatakan edukasi AI tidak hanya soal teknis, tetapi juga membekali pendidik membimbing siswa.

>>> Airlangga: Prabowo Tekankan Peran Himbara Dorong Perekonomian Nasional

"Seorang guru harus mendorong siswa untuk menggunakan AI menjadi alat bantu, bukan pengganti," kata Debdut dalam Lenovo Tech Day 2026 di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, tantangan adopsi AI di sektor pendidikan bersifat global, tidak hanya terjadi di Indonesia.

Program Pelatihan Guru di Hong Kong

Lenovo memaparkan program di Hong Kong yang menggandeng institusi pendidikan untuk melatih guru mengenai pemanfaatan AI.

Pelatihan mencakup aspek teknis, batasan, dan panduan penggunaan AI di lingkungan sekolah.

>>> 5 Rekomendasi Smart TV Murah di Bawah Rp2 Jutaan

Debdut menegaskan guru perlu memastikan AI digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir siswa.

Ia mencontohkan siswa yang meminta AI menulis esai hanya dengan satu perintah. Cara itu tidak memberikan manfaat optimal bagi perkembangan kemampuan.

Guru perlu membimbing kapan AI boleh digunakan dan kapan siswa harus mengerjakan tugas mandiri.

Menurut Debdut, generasi muda seperti Generasi Alpha cepat beradaptasi dengan AI karena sifatnya intuitif.

>>> Jemaah Haji Internasional Padati Gua Hira di Makkah

"Yang lebih penting adalah mengajarkan bagaimana menggunakan AI secara bertanggung jawab," ujarnya.