Lenovo Group resmi menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 2 miliar pada Kamis (18/6/2026). Langkah ini bertujuan memperkuat struktur modal perusahaan di tengah pemulihan stabilitas pasar global.

Aksi korporasi ini menandai kembalinya Lenovo ke pasar utang setelah absen selama empat tahun.

>>> ENHYPEN Comeback Agustus dengan Formasi Enam Anggota

Berdasarkan dokumen di Bursa Efek Hong Kong, instrumen utang berjangka waktu tujuh tahun tersebut tidak menawarkan bunga reguler.

Investor memiliki opsi untuk menukarkan obligasi menjadi saham Lenovo dengan harga HK$ 36,70 per lembar.

Angka tersebut menunjukkan premium 47,5 persen dibandingkan harga penutupan saham pada Rabu (17/6/2026).

>>> Deddy Sitorus Tegaskan PDIP di Luar Pemerintahan sebagai Penyeimbang

Penggunaan Dana

Manajemen Lenovo menyatakan dana yang terkumpul akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang. Termasuk pembelian kembali sebagian obligasi konversi lama senilai US$ 225 juta.

Selain itu, dana juga dialokasikan untuk pembelian kembali saham di pasar terbuka. Langkah ini bertujuan mencegah efek dilusi bagi pemegang saham.

Langkah ini sejalan dengan tren korporasi teknologi global seperti Nvidia dan STMicroelectronics yang kembali mencari pendanaan setelah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

>>> Arema FC Pertahankan Marcos Santos dan Empat Pilar Skuad

Penerbitan ini menjadi aksi pasar modal berskala besar pertama Lenovo sejak Agustus 2022.