Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menetapkan jajaran calon anggota direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa jabatan 2026 hingga 2030.

Jeffrey Hendrik terpilih sebagai Direktur Utama BEI. Saat ini ia menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama menggantikan Iman Rachman.

>>> BI Lanjutkan Insentif Hedging Swap 10% untuk Tarik Investor Asing

Jeffrey akan didampingi oleh Saidu Solihin sebagai Direktur Penilaian Perusahaan dan Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.

Yulianto Aji Sadono ditetapkan sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan, sementara Abdul Munim mengisi posisi Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko.

Iding Pardi, yang kini masih memimpin Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), akan menjabat sebagai Direktur Pengembangan. Umi Kulsum diamanatkan sebagai Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum.

Ketujuh nama direksi terpilih ini akan segera diangkat secara resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BEI pada 29 Juni 2026.

Rekam Jejak Jeffrey Hendrik

Jeffrey Hendrik memiliki pengalaman panjang di industri keuangan. Sebelum menjadi Pjs Direktur Utama, ia menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI sejak RUPST 29 Juni 2022.

Kariernya dimulai pada tahun 1994 di PT Zone Pratama. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan divisi Corporate Finance PT Transpacific Securindo hingga 1999.

>>> BI Lanjutkan Insentif Hedging Swap 10% untuk Tarik Investor Asing

Jeffrey kemudian memimpin PT Phintraco Sekuritas sebagai Direktur Utama dari 1999 hingga 2022.

Ia juga aktif di Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI serta Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI).

Jeffrey merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada tahun 1995.

Komitmen Tata Kelola Pasar Modal

Di tengah dinamika IHSG dan pasar global, Jeffrey menekankan fokus BEI pada penguatan tata kelola dan transparansi.

"Kami menegaskan komitmen membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia, tidak hanya dari sisi nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dalam hal transparansi dan tata kelola," ujar Jeffrey.

BEI telah membuka jalur komunikasi dengan sejumlah penyedia indeks global. "Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa indeks provider global dan menampung apa yang diharapkan.

>>> IADO Awasi Seleksi Nasional Angkat Besi Menuju Asian Games 2026

Semua itu akan kami deliver secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada investor," kata Jeffrey.