Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen, Rupiah Mulai Pulih
Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen pada Kamis (18/6/2026).
Kenaikan ini merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut sejak April 2026, dengan total peningkatan mencapai 100 basis poin.
Langkah pengetatan moneter tersebut diambil sebagai respons terhadap tekanan eksternal yang mempengaruhi perekonomian nasional.
Kebijakan ini juga bertujuan mendorong pemulihan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Setelah kebijakan diumumkan, rupiah mulai menguat ke sekitar Rp17.730 per dolar AS secara month to date.
Dampak pada Pasar Keuangan dan Inflasi
Kenaikan suku bunga juga merespons kenaikan Wholesale Price Index (WPI) sebesar 5,76 persen secara tahunan pada Mei 2026.
Selain itu, inflasi inti tercatat meningkat menjadi 1,63 persen.
Di pasar keuangan, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik 92 basis poin menjadi 7 persen, sementara tenor 2 tahun mencapai 7,08 persen.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai kombinasi strategi BI, termasuk diskon biaya hedging swap dan lelang repo, penting untuk menjaga daya saing pasar keuangan domestik.
Analis Fixed Income PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, mengatakan kenaikan suku bunga terutama bertujuan mendukung apresiasi rupiah dan stabilitas eksternal.
Ia menambahkan bahwa penurunan cadangan devisa sejak awal tahun membuat kebijakan suku bunga menjadi instrumen krusial bagi ketahanan sektor eksternal.
BI juga membuka peluang intervensi lanjutan jika gejolak pasar global kembali menekan stabilitas mata uang domestik.
Menurut Jessica, BI masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga lagi apabila tekanan terhadap rupiah kembali muncul.
>>> Real Madrid Rekrut Ibrahima Konate secara Gratis dari Liverpool
Perkembangan inflasi domestik, arah kebijakan moneter global, dan pergerakan nilai tukar rupiah akan menjadi fokus utama pelaku pasar ke depan.
Update Terbaru
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 di Prambanan, Diikuti 10.200 Pelari
Kamis / 18-06-2026, 19:11 WIB
IDAI Soroti Kejanggalan Kasus Hukum Dokter Anak di Pangkalpinang
Kamis / 18-06-2026, 19:11 WIB
Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026 Usai Proyek SKKL Rampung
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Timnas Jerman Targetkan Kemenangan Lawan Pantai Gading di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Ketrosden Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
Polisi New York Siaga Cegah Lonjakan Perdagangan Seks di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:10 WIB
BPOM Terbitkan Aturan Baru Sertifikasi Kosmetik untuk Permudah Izin
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
BI Turunkan Batas Pembelian Dolar AS Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Wamendagri: SE Nobar Piala Dunia Dorong Ekonomi Daerah
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
DPR Ajak UMKM Perempuan Riau Perkuat Empat Pilar Kebangsaan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
BI Batasi Pembelian Dolar AS Tanpa Dokumen Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Masa Rp71,12 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB






