Badan Kepegawaian Negara (BKN) bekerja sama dengan Microsoft Indonesia menargetkan pelatihan kepemimpinan digital dan kecerdasan buatan bagi 145.000 aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta.

Program ini digelar pada Kamis (18/6/2026) untuk mempercepat modernisasi birokrasi.

>>> Venjii Hernando Perkuat Bisnis Kemitraan Lewat Sukses Jaya Group

Langkah strategis ini diambil guna membangun kompetensi aparatur yang adaptif terhadap perkembangan teknologi otomatisasi.

Berdasarkan data BKN, program yang berlangsung dari Mei hingga Juli 2026 tersebut sejauh ini telah diikuti oleh 12.551 peserta.

Transformasi Sistem Kerja Administratif

Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa integrasi teknologi baru ini akan mengubah sistem kerja administratif pemerintahan secara menyeluruh.

"PNS dan PPPK harus kuasai artificial intelligence (AI).

Perkembangan AI akan mengubah cara kerja pemerintahan secara fundamental, terutama karena banyak pekerjaan administratif dan rutin yang kini dapat dilakukan secara otomatis oleh teknologi," terangnya.

Pemerintah memproyeksikan investasi pada kapasitas digital pegawai ini dapat melahirkan inovasi pelayanan publik yang berbasis data ilmiah.

Karakter responsif dan cakap teknologi menjadi standar baru yang wajib dimiliki setiap pegawai masa kini.

"ASN harus mampu bertransformasi dari pelaksana pekerjaan administratif menjadi aparatur yang memiliki kemampuan analitis, strategis, dan mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan publik," tegas Prof. Zudan.

Penerapan teknologi pintar ini nantinya akan dirancang secara spesifik agar relevan dengan tugas pokok masing-masing sektor instansi.

Kebutuhan operasional setiap lembaga memiliki karakteristik yang berbeda dalam mengolah data publik.

>>> BRILink Agen Dorong Inklusi Keuangan dan Buka Lapangan Kerja di Papua

"Ke depan, pemanfaatan teknologi berbasis AI harus bersifat tematik. Pelatihannya sesuai dengan urusan-urusan pemerintahan dan sektor-sektor layanannya," kata Prof. Zudan.