Menko IPK: ASN IPDN Harus Adaptif Hadapi Dinamika Sosial Politik
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak pendidikan.
Hal itu agar ASN adaptif dalam menghadapi dinamika sosial politik di Indonesia.
>>> Republik Ceko Incar Kemenangan Perdana Lawan Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
Pernyataan itu disampaikan AHY dalam kunjungannya di Jatinangor, Sumedang, Kamis.
Ia menyebut ASN masa depan harus mampu memahami dinamika pembangunan di tengah tantangan kebutuhan pembangunan yang kompleks.
"ASN ke depan tidak cukup hanya kuat secara teknokrasi, tetapi juga harus mampu membaca konteks sosial dan politik agar kebijakan yang diambil tepat sasaran," ujarnya usai kuliah umum di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor.
Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap dinamika politik dalam birokrasi bukan berarti keberpihakan.
Melainkan kemampuan analisis agar kebijakan publik tetap berada dalam koridor netralitas aparatur negara.
AHY menyebut hal tersebut penting agar ASN dapat menempatkan diri dengan adaptif untuk menuntaskan tantangan disparitas pembangunan antarwilayah.
Serta memiliki visi pemerataan pembangunan.
"Pemahaman politik bukan untuk berpihak, tetapi agar kebijakan lebih tepat dan sesuai kondisi lapangan karena kita ingin para praja nanti mampu menempatkan diri dengan tepat di berbagai daerah yang memiliki karakteristik berbeda," katanya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman lapangan yang diperoleh praja IPDN menjadi bekal penting sebelum mereka terjun langsung ke birokrasi di daerah.
>>> Kemendikdasmen Rilis Panduan Pendaftaran SLB 2026, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan
Menurutnya, kompleksitas persoalan di daerah menuntut ASN mampu menjembatani kebijakan pusat dengan kebutuhan masyarakat secara nyata.
"Dengan pengalaman itu, mereka akan lebih siap menghadapi realitas pemerintahan yang sesungguhnya," katanya.
Update Terbaru
BI Turunkan Batas Pembelian Dolar AS Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:09 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Wamendagri: SE Nobar Piala Dunia Dorong Ekonomi Daerah
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
DPR Ajak UMKM Perempuan Riau Perkuat Empat Pilar Kebangsaan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
BI Batasi Pembelian Dolar AS Tanpa Dokumen Jadi US$ 10.000 per Bulan
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Amar Bank Cetak Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Masa Rp71,12 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Badan Gizi Nasional Ubah Skema Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 19:08 WIB
Geliat Wisata Bali Berawal dari Pantai dan Hotel Ini
Kamis / 18-06-2026, 19:05 WIB
Promo Kamar Mewah Trans Luxury Hotel Surabaya Berlaku Hingga 19 Juni
Kamis / 18-06-2026, 19:05 WIB
3 Negara yang Warganya Masih Konsumsi Daging Kucing, Termasuk Tetangga RI
Kamis / 18-06-2026, 19:05 WIB
Pemkot Jambi Usulkan 330 Formasi CPNS 2026, Tanpa Kuota Guru
Kamis / 18-06-2026, 19:04 WIB
Rockstar Gratiskan Pembaruan GTA V ke Konsol Generasi Terbaru
Kamis / 18-06-2026, 19:04 WIB
Republik Ceko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Laga Hidup Mati Grup A
Kamis / 18-06-2026, 19:04 WIB
Swiss vs Bosnia: Perebutan Poin Penuh di Grup B Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 19:04 WIB






