Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi ekspor perdana tiga produk herbal asal Indonesia ke pasar Arab Saudi dengan nilai transaksi mencapai Rp2,5 miliar.

Pengiriman perdana ini menandai masuknya produk kesehatan lokal ke pasar Timur Tengah setelah melalui pemenuhan standar ketat.

>>> LPS Gandeng Jamdatun Perkuat Eksekusi Aset Bank Bermasalah

Kesepakatan perdagangan tersebut resmi berjalan usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau Letter of Agreement (LoA) oleh kedua belah pihak di Gedung Pelayanan Terpadu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah pada Senin (15/6/2026).

Tiga Produk Herbal yang Diekspor

Adapun tiga jenis produk herbal yang diekspor meliputi suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, dan produk pelangsing tubuh.

Komoditas ini diproduksi oleh PT Dami Sariwana, sebuah perusahaan obat kesehatan herbal yang berbasis di Serpong, Tangerang.

Pemerintah optimistis bahwa momentum ini akan menjadi pembuka jalan bagi produk-produk lokal lainnya untuk bersaing di kancah internasional.

Keberhasilan menembus pasar Arab Saudi dinilai sebagai bukti kualitas produk dalam negeri yang mampu memenuhi regulasi luar negeri.

“Kami berharap, kesepakatan pengiriman perdana ini membuka lebar kesempatan peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dalam keterangan resminya, Kamis (18/6/2026).

Puntodewi menambahkan, produsen herbal yang melakukan ekspor ini merupakan peserta program pendampingan dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPSDMEJP) Kemendag.

“Hal ini membuktikan, program pendampingan Kemendag mampu mencetak eksportir yang tangguh dan siap bersaing di pasar ketat seperti Timur Tengah,” ujar Puntodewi.

Sebelum kesepakatan ditandatangani, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah telah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap kredibilitas produk.