Menikmati bakso di Indonesia sudah biasa, tetapi mencicipinya di Arab Saudi dengan cita rasa khas Nusantara menjadi pengalaman tersendiri.

Salah satu tempat yang menawarkan sensasi itu adalah The Java Signature Uhud di Madinah.

>>> Identitas 10 Perwakilan BEM Bersatu Disorot, Dua Nama Tercatat Sudah Lulus

Warung bakso yang berlokasi di kompleks wisata Jabal Uhud ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Tidak hanya orang Indonesia, warga Arab Saudi pun gemar menyantap bakso di sana.

Pemilik The Java Signature Uhud, Muhammad Sarwono Tayibi Alakhir (52) atau akrab disapa Pak Omar, mengungkapkan bahwa pembeli dari Arab Saudi mencapai lebih dari 40 persen.

Jumlah itu bahkan bisa bertambah pada hari Jumat.

Menurut Omar, warga Saudi awalnya hanya mengenal mi instan. Ia kemudian memperkenalkan bakso dengan kuah gurih yang langsung disukai.

"Setelah mereka mencicipi dan mencoba ternyata jadi langganan, akhirnya memberi kabar juga ke teman-temannya dan keluarganya sehingga informasi soal bakso menyebar," kata Omar yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah.

>>> Pekerja Kelas Menengah Pilih Tahan Belanja dan Perkuat Tabungan akibat Cemas

Omzet Ribuan Mangkok dan Kenyamanan di Kota Nabi

Omar memastikan cita rasa baksonya dengan mengolah sendiri hidangan tersebut.

Sejak berdiri sekitar tahun 2020, ia kini memiliki empat karyawan yang semuanya berasal dari Indonesia, yakni dari Banten, Sukabumi, dan Lombok.

Harga bakso di tempat makan Omar berkisar antara 30 SAR hingga 35 SAR per mangkok. Dalam sehari, bakso dagangannya terjual hingga 2.500 mangkok.

Selain bakso, ia juga menjual ayam goreng seharga 25 SAR, burger, dan menu lainnya.

Omar merantau dari Indonesia dan pertama kali menginjakkan kaki di Arab Saudi pada tahun 2011. Awalnya ia tinggal di Makkah sebelum akhirnya pindah ke Madinah.

>>> Melindungi Data Pribadi dari Ancaman AI Generatif di Tahun 2026

Selama belasan tahun tinggal di Kota Nabi, ia merasakan ketenangan. "Bagi saya, kota ini nyaman, tenang, dan damai," ujarnya.