Identitas 10 Perwakilan BEM Bersatu Disorot, Dua Nama Tercatat Sudah Lulus

Konferensi pers yang digelar Aliansi BEM Bersatu di Jakarta pada Selasa, 16 Juni 2026, memicu perdebatan di kalangan mahasiswa. Forum tersebut muncul setelah aksi penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perhatian publik kemudian tertuju pada sosok-sosok yang tampil sebagai perwakilan aliansi. Sejumlah pihak mempertanyakan latar belakang serta mandat yang mereka bawa saat menyampaikan sikap atas nama organisasi kemahasiswaan.

Di tengah polemik itu, beberapa organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengeluarkan klarifikasi. Mereka menyatakan tidak terlibat dalam forum tersebut dan membantah pernyataan yang disampaikan mewakili organisasi masing-masing.

Dalam konferensi pers tersebut, terdapat 10 nama yang diperkenalkan sebagai perwakilan organisasi mahasiswa dari sejumlah kampus.

>>> Pekerja Kelas Menengah Pilih Tahan Belanja dan Perkuat Tabungan akibat Cemas

  • Wildan Ricky, Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA.
  • Muhammad Yani dari BEM Fakultas Hukum UIJ.
  • Ardi Zulkifly, Ketua BEM FISIP UNAS.
  • Ardiansyah, Ketua BEM Institut Al Aqidah.
  • Ahmad Ghazy dari BEM Psikologi UNJ.
  • Alfi, Ketua BEM FEB Universitas Pamulang (UNPAM).
  • Rahmat Djimbula, Ketua BEM Hukum UIC.
  • Dicky dari BEM Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta PGRI (Unindra).
  • Ahmad dari BEM Fakultas Teknik Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
  • Rezky Anandar dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.

Penelusuran terhadap data pendidikan tinggi menunjukkan adanya temuan terkait status akademik beberapa nama yang hadir dalam konferensi tersebut.

Berdasarkan data yang tercantum di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), Ardi Zulkifly yang diperkenalkan sebagai Ketua BEM FISIP UNAS serta Ahmad Ghazy dari BEM Psikologi UNJ tercatat telah menyelesaikan studi atau berstatus lulus.

Temuan itu menambah sorotan terhadap Aliansi BEM Bersatu yang sebelumnya sudah menjadi perbincangan setelah sejumlah organisasi mahasiswa menyampaikan bantahan atas keterlibatan mereka dalam forum tersebut.