Kementan Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam Tiga Tahun
Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada bawang putih nasional dalam waktu tiga tahun. Target ini ditempuh melalui perluasan lahan tanam dan penguatan sektor pembibitan.
Langkah tersebut merupakan upaya nyata pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor. Saat ini, lebih dari 90 persen kebutuhan bawang putih nasional dipenuhi dari impor.
>>> IHSG dan Rupiah Melemah Jelang Agenda Krusial Pasar Keuangan
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan bahwa proses menuju kemandirian pangan tidak bisa instan. "Kita butuh at least tiga-empat tahun untuk bisa mencapai swasembada (bawang putih) ini," ujarnya.
Pemerintah mengalkulasikan kebutuhan lahan untuk swasembada bawang putih sekitar 100.000 hektare. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan lahan untuk swasembada beras yang mencapai jutaan hektare.
Kendala utama program ini bukan minimnya minat petani, melainkan penyediaan lahan yang sesuai aspek agroklimat dan pasokan bibit massal.
Bawang putih memerlukan dataran tinggi spesifik seperti Sembalun, Temanggung, dan Humbang Hasundutan.
Penyediaan benih untuk 100.000 hektare tidak bisa selesai dalam waktu singkat karena memerlukan proses penangkaran adaptif.
"Sehingga swasembada ini tidak bisa kemudian dalam waktu satu tahun jadi," kata Sudaryono.
Kementan mengalokasikan dana APBN 2026 untuk pembibitan awal seluas 5.000 hektare. Sementara itu, BUMN dan swasta ditargetkan menyokong 20.000 hektare sisanya.
>>> PT Diastika Biotekindo Tbk Siapkan Rp 15 Miliar untuk Buyback Saham
Biaya produksi pembibitan mencapai Rp120 juta per hektare, dengan porsi pengadaan bibit mendominasi sebesar Rp75 juta per hektare.
Besarnya modal awal kerap menjadi hambatan finansial bagi petani penangkar.
Untuk mengatasi hal itu, Kementan memberikan pinjaman bibit kepada kelompok tani.
"Sehingga Rp 75 juta dari Rp 120 juta per hektare total tadi itu kemudian dalam bentuk dikasih pinjaman bibit dari Kementerian Pertanian," ujar Sudaryono.
Kelompok tani wajib mengembalikan hasil panen bibit sebesar 1,5 kali lipat dari volume awal. Hasil tersebut kemudian diputar ke petani lain.
Hilirisasi dan distribusi hasil panen akan melibatkan Perum Bulog dan ID Food sebagai offtaker resmi. PT Perkebunan Nusantara bertugas menyediakan lahan produktif.
Proyeksi penurunan kuota impor bawang putih diperkirakan mulai terlihat pada pertengahan tahun depan.
>>> IHSG dan Rupiah Melemah Jelang Pengumuman Penting Pekan Ini
"Paling tidak mulai tengah tahun depan itu sudah ada pengurangan dari kuota impor yang ada," kata Sudaryono.
Update Terbaru
Cara Membuat SIM Digital Lewat HP di Aplikasi Digital Korlantas
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Meta Batasi Birokrasi dan Tambah Anggaran demi Dongkrak Semangat Karyawan
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Saham Merdeka Battery Materials Menguat Usai Umumkan Buyback Rp1,46 Triliun
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Bocoran Galaxy Z Fold 8: Harga Lebih Mahal dari Z Fold 7
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Modifikasi Genetik Muncul Tanpa Jejak Orang Tua, Ilmuwan Bingung
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Kementerian ESDM Terapkan Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:39 WIB
Enam Daerah Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:39 WIB
Toyota Beri Garansi Baterai Veloz Hybrid hingga 8 Tahun
Rabu / 17-06-2026, 20:37 WIB
PBSI Gelar Simulasi Internal Antisipasi Regulasi Baru BAJC 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:36 WIB
Hubungan Klopp dan Werner di RB Leipzig Retak Total
Rabu / 17-06-2026, 20:36 WIB
Toyota Luncurkan Veloz Hybrid Tipe Tertinggi dengan Skema Kredit Resmi
Rabu / 17-06-2026, 20:36 WIB
Mojang Rilis Minecraft Java Edition 26.2 Chaos Cubed dengan Gua Sulfur dan Mob Baru
Rabu / 17-06-2026, 20:36 WIB
OVO dan Finansialku Edukasi Cegah Gaji Numpang Lewat di Era Cashless
Rabu / 17-06-2026, 20:36 WIB
Real Madrid Resmi Rekrut Bernardo Silva Gratis Selama Dua Musim
Rabu / 17-06-2026, 20:36 WIB






