Kementan Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam Empat Tahun
Kementerian Pertanian memasukkan bawang putih ke dalam program swasembada pangan nasional. Langkah ini menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, ketergantungan impor bawang putih mencapai lebih dari 90 persen. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan bahwa Presiden ingin komoditas pokok ini bisa dipenuhi sendiri.
>>> Timnas Kongo Pamerkan Gaya Busana Sapeurs di Piala Dunia 2026
Pemerintah menargetkan swasembada tercapai dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Namun, ada dua kendala utama: ketersediaan lahan dan pasokan bibit domestik.
Menurut Sudaryono, kebutuhan lahan untuk bawang putih sekitar 100.000 hektare. Tanaman ini memerlukan dataran tinggi, seperti di Sembalun (NTB), Temanggung, dan Humbang Hasundutan.
Ekspansi Wilayah Tanam Baru
Pemerintah mencari area pertanian baru untuk memenuhi target luasan lahan. Salah satu strateginya adalah mengonversi lahan perkebunan yang tidak produktif.
Sudaryono mencontohkan, pihaknya berdiskusi dengan Gubernur Jawa Barat Deddy Mulyadi. Lahan kebun teh di Bandung yang tidak beroperasi bisa dialihfungsikan menjadi lahan bawang putih.
>>> Samsung Hadirkan AI untuk Cek Kesehatan Hewan Peliharaan Lewat Foto
Kendala Pembibitan dan Penangkaran Iklim
Masalah lain adalah ketiadaan stok bibit lokal akibat impor yang berlangsung lama. Tidak ada negara eksportir yang mampu menyuplai bibit untuk 100.000 hektare.
Bibit impor yang didatangkan tidak bisa langsung ditanam massal. Petani harus melakukan adaptasi cuaca melalui sistem penangkaran.
Sudaryono menjelaskan, bibit yang dikirim sedikit harus ditangkar petani di bawah binaan Ditjen Hortikultura. Penangkaran diperlukan untuk menyesuaikan dengan iklim Indonesia.
Kementan akan fokus menyelesaikan hambatan teknis terlebih dahulu. Regulasi kuota impor akan dipangkas bertahap seiring peningkatan produksi dalam negeri.
>>> Biaya Perjalanan Jakarta-Yogyakarta Pakai Jaecoo J5 EV Capai Rp 812.250
"Sembari berjalan, kuota impor akan terus kita kurangi dengan mendorong produktivitas dalam negeri," tegas Sudaryono.
Update Terbaru
Minecraft Java Edition 26.2 Resmi Rilis 16 Juni 2026: Update Apa Saja?
Rabu / 17-06-2026, 16:55 WIB
Sinopsis Toy Story 5: Geng Mainan Hadapi Ancaman Gadget
Rabu / 17-06-2026, 16:55 WIB
Kemensos Salurkan BPNT Tahap Dua Rp600 Ribu untuk April-Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:55 WIB
Menkeu Purbaya Klaim Berhasil Hapus Ego Sektoral di Kemenkeu
Rabu / 17-06-2026, 16:52 WIB
Mobil Listrik Chery Tawarkan Efisiensi Biaya Operasional Mulai Rp 181 Per Km
Rabu / 17-06-2026, 16:50 WIB
Porsche 911 GT3 Earls Court 51 Edition: Edisi Khusus Hanya untuk Inggris
Rabu / 17-06-2026, 16:49 WIB
Real Madrid Resmi Rekrut Bernardo Silva Secara Gratis dari Manchester City
Rabu / 17-06-2026, 16:49 WIB
BGN Evaluasi Penerima Makan Bergizi Gratis, 8 Juta Orang Dicoret
Rabu / 17-06-2026, 16:49 WIB
Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026 Usai Kalahkan Wakil India
Rabu / 17-06-2026, 16:48 WIB
Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC Volleyball Champions League 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:48 WIB
Timnas Ghana Hadapi Panama di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:45 WIB
Uzbekistan Menantang Kolombia pada Laga Pembuka Grup K Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:45 WIB
Muhammad Kiandra Ramadhipa Ungkap Perubahan Performa di Moto3 Junior
Rabu / 17-06-2026, 16:45 WIB
Super Indo Beri Diskon ABC Mi Selera Pedas dan Indomie hingga 17 Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:44 WIB






