Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini berpotensi mencoret sekitar 8 juta penerima manfaat.

Penataan ulang sasaran ini diambil agar intervensi gizi dari pemerintah dapat berjalan lebih tepat sasaran.

>>> Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026 Usai Kalahkan Wakil India

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari efisiensi anggaran negara.

"Contoh gampang, SMA mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG.

Apalagi SMA-SMA mungkin uang sakunya anak-anaknya saja sudah Rp100.000 sampai Rp200.000, yang high class begitu, itu tidak perlu lagi," kata Agustina.

Pengurangan sasaran dari kategori tersebut diperkirakan langsung memangkas jumlah penerima dalam skala besar. "Itu sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat," sambungnya.

>>> Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC Volleyball Champions League 2026

Fokus pada Kelompok Prioritas

Dalam menyusun skema baru, BGN bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Kesehatan. Penentuan regulasi juga mengacu pada rekomendasi para ahli medis dan gizi.

BGN mengarahkan fokus utama program MBG ke kelompok yang memberikan dampak terbesar bagi pembangunan kualitas SDM. Kelompok prioritas utama mencakup ibu hamil hingga periode awal kehidupan anak.

Simulasi awal BGN menunjukkan penataan ulang ini mampu menekan kebutuhan anggaran negara secara signifikan. Langkah strategis ini diklaim tetap efektif memperbaiki status gizi masyarakat tanpa menurunkan kualitas layanan.

>>> Super Indo Beri Diskon ABC Mi Selera Pedas dan Indomie hingga 17 Juni 2026

"Refocusing ini adalah kami perlukan supaya pemberian intervensi lebih tepat sasaran, kemudian diikuti otomatis dengan angka anggaran yang semakin turun," tegas Agustina.