Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia kini semakin mudah menembus pasar internasional berkat inovasi teknologi digital.

Program Ekspor Shopee hadir untuk menyederhanakan proses perdagangan lintas negara yang sebelumnya terkendala biaya logistik, birokrasi bea cukai, dan bahasa.

>>> IHSG Melemah ke 6.220,74, Ini Rekomendasi Saham ISSP, BJBR, dan AKRA

Sejak diluncurkan pada 2019, program ini mencatat lebih dari 90 juta produk UMKM Indonesia berhasil terjual ke berbagai negara.

Pasar yang sudah dijangkau meliputi Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin.

Produk yang paling diminati konsumen internasional antara lain perlengkapan otomotif, fesyen, dan kebutuhan rumah tangga.

Keberhasilan ini menunjukkan kualitas produk lokal mampu bersaing di kancah global dengan dukungan akses pemasaran dan ekosistem digital yang memadai.

Kemudahan Sistem Operasional Logistik Otomatis

Keunggulan utama program ini adalah skema operasional yang praktis bagi penjual. Pemilik usaha tidak perlu mengurus prosedur pengiriman internasional yang rumit.

Penjual hanya perlu memproses pesanan dan mengirim barang ke gudang Shopee di Indonesia. Selanjutnya, platform akan menangani promosi luar negeri hingga pengiriman ke pembeli akhir.

Sistem e-commerce ini juga melakukan konversi dan penyesuaian harga secara otomatis di negara tujuan. Perhitungan mencakup biaya pengiriman, pajak, bea masuk, dan biaya administrasi lainnya.

Penjual di dalam negeri tetap menerima dana hasil penjualan dalam rupiah sesuai harga dasar yang ditetapkan.

>>> Kementerian ESDM Buka Peluang Penurunan Harga BBM Nonsubsidi

Kriteria Bergabung dalam Program Ekspor Shopee FLEXI

Bagi UMKM yang ingin bergabung, terdapat beberapa syarat dasar. Toko harus memiliki produk aktif dan telah beroperasi minimal satu bulan.