Piala Dunia FIFA 2026 menghadapi ancaman serius dari suhu panas global. Bukan taktik atau rivalitas, melainkan kondisi lingkungan yang membahayakan pemain.

Total 104 pertandingan akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

>>> Simpanan Kelas Menengah Bawah di Bank Tumbuh 5,4 Persen pada April 2026

Namun, analisis World Weather Attribution (WWA) memproyeksikan sekitar 25 persen laga berlangsung di suhu melebihi ambang batas keamanan termal manusia.

Probabilitas stres panas fisiologis pada turnamen ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding Piala Dunia 1994 di AS.

Para ilmuwan menggunakan indikator Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) yang mengukur suhu, kelembapan, radiasi matahari, dan kecepatan angin.

Ambang Batas WBGT dan Risiko Kesehatan

FIFPro, asosiasi pemain sepak bola internasional, telah menetapkan batasan ketat. Pada WBGT 26 derajat Celsius, panitia wajib menerapkan pendinginan ekstra dan hidrasi tambahan.

Saat WBGT mencapai 28 derajat Celsius, zona risiko tinggi berlaku. FIFPro merekomendasikan penundaan atau penangguhan pertandingan untuk menghindari heat stroke.

Peta risiko WWA menunjukkan kota-kota seperti Miami, Kansas City, Philadelphia, Dallas, dan Houston berpeluang tinggi mencapai suhu ekstrem.

Atlanta, Boston, New York, dan Monterrey juga terancam.

>>> Utang Luar Negeri Indonesia dalam Yuan Melonjak 36 Kali Lipat dalam Satu Dekade

Rubén del Campo, juru bicara Badan Meteorologi Spanyol, menyatakan suhu rata-rata global telah melonjak 0,5-0,7 derajat Celsius sejak 1994.

Dampak perubahan iklim kini lebih agresif dibanding dekade 90-an.

Studi di jurnal Scientific Reports mendeteksi 10 dari 16 stadion tuan rumah berisiko sangat tinggi memicu stres panas.

Stadion Arlington, Houston, dan BBVA Monterrey menjadi yang paling rentan.

Julien Périard dari Canberra University menambahkan bahwa indeks lingkungan belum memperhitungkan panas metabolik dari olahraga intensitas tinggi dan efek isolasi jersey yang membatasi penguapan keringat.

FIFA akan menerapkan jeda hidrasi wajib tiga menit di setiap babak.

>>> Anggota DPR: Penyesuaian Harga Pertamax Jaga Keberlanjutan Energi Nasional

Namun, WWA menilai langkah itu belum cukup dan mendesak strategi pencegahan lebih ketat, termasuk pemangkasan durasi pemanasan, perombakan sistem pendingin stadion, dan tim medis darurat yang sigap.