Penyanyi sekaligus penulis lagu Bernadya mengaku terinspirasi oleh musik pop era 2000-an, khususnya karya Audy Item, dalam proses kreatif album penuh keduanya.

Album bertajuk Semoga Hanya di Mimpi itu dijadwalkan rilis pada Rabu, 24 Juni 2026.

>>> Realme Sediakan Empat Pilihan HP NFC Harga Rp2 Jutaan

Bernadya memanfaatkan karakter kesederhanaan dan kejujuran dari lagu-lagu awal dekade 2000, seperti yang termuat dalam album 18 milik Audy Item.

Fokus utama aransemen musik dalam karya terbaru ini diarahkan pada penyampaian emosi yang lebih langsung, tanpa menonjolkan progresi kord yang rumit.

"Kayaknya aku ingin musik yang enggak neko-neko, straight to the point, yang kayak memang for a reason gitu loh.

Progresinya, liriknya, jadi enggak terlalu banyak show off kunci-kunci yang gimana-gimana gitu. Semuanya basic aja," kata Bernadya.

>>> OVO dan Finansialku Edukasi Masyarakat Kelola Keuangan Digital

Penyanyi wanita ini juga menjelaskan bahwa ia secara intensif mendengarkan lagu-lagu lawas milik Audy Item sepanjang periode penulisan materi lagu terbarunya.

"Kalau aku pribadi sampai kepikiran untuk nulis ini karena aku lagi sering-seringnya dengerin Audy di era itu," ujar Bernadya.

Karakter produksi musik masa lalu yang berani mengeksplorasi bunyi namun tetap kokoh pada fondasi lagu menjadi alasan utama pemilihan referensi tersebut.

Produksi album Semoga Hanya di Mimpi turut melibatkan deretan produser musik seperti Rendy Pandugo, Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, dan Vega Antares.

>>> Prajogo Pangestu Borong 6,8 Juta Saham BREN Saat Harga Turun

Kolaborasi penulisan lagu juga dilakukan bersama musisi Baskara Putra untuk karya berjudul "Laut yang Tenang", serta grup musik Perunggu yang berpartisipasi pada lagu "Peluk Aku Sekarang!"