Penemuan pada Gigi Hiu Ini Bisa Jadi Pertanda Buruk bagi Lautan
Hiu dikenal dengan gigi tajamnya yang terus berganti sepanjang hidup. Namun, kemampuan alami ini mungkin tidak cukup untuk bertahan di lautan yang semakin asam.
Sebuah studi dari Heinrich Heine University Düsseldorf, Jerman, menguji gigi hiu blacktip dalam berbagai skenario pengasaman. Hasilnya mengkhawatirkan: semakin asam air, semakin rapuh gigi tersebut.
>>> Jaime Alguersuari Prediksi Marc Marquez Pensiun dari MotoGP Tahun Depan
Penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Marine Science ini menganalisis lebih dari 600 gigi hiu yang sudah tanggal.
Enam belas gigi utuh diinkubasi selama delapan minggu dalam air dengan pH 8,1 dan 7,3.
Gigi yang terpapar pH 7,3 menunjukkan keretakan, lubang, korosi akar, dan kerusakan struktur internal. Permukaannya juga tampak lebih besar karena menjadi tidak rata.
Paradoksnya, permukaan yang lebih kasar bisa meningkatkan kemampuan memotong, tetapi membuat gigi lebih rapuh dan mudah patah. Ini bukan keuntungan bagi hiu saat berburu.
Dari Proyek Mahasiswa Menjadi Publikasi Ilmiah
Eksperimen ini berawal dari proyek sarjana dan berakhir sebagai publikasi peer-review. Profesor Sebastian Fraune dari HHU menyebutnya sebagai contoh bagus tentang apa yang bisa dicapai oleh penelitian mahasiswa.
Studi ini hanya menguji gigi yang sudah mati dan termineralisasi, tanpa kemampuan perbaikan.
>>> Laba Bersih ANTM Melonjak 61,9 Persen pada Kuartal I-2026
Hiu hidup bisa memineralisasi ulang atau mengganti gigi rusak, tetapi di laut asam, proses itu membutuhkan lebih banyak energi.
Para peneliti menekankan perlunya studi lebih lanjut tentang struktur kimia, perubahan, dan ketahanan mekanis gigi pada hiu hidup.
Ancaman bagi Predator Laut
Hiu blacktip sering berenang dengan mulut terbuka, sehingga gigi mereka terus terpapar air laut.
Penurunan pH kecil pun bisa menyebabkan kerusakan kumulatif, terutama pada spesies yang mengganti gigi lebih lambat.
Kerusakan mikroskopis saja sudah cukup mengancam predator yang sangat bergantung pada ketajaman gigi. Menjaga pH laut tetap mendekati 8,1 sangat penting bagi integritas fisik alat berburu mereka.
Penemuan ini mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim merambat ke seluruh jaring makanan dan ekosistem.
>>> Artotel Group Luncurkan Mindhavana, Wisata Psikologi untuk Refleksi Diri
Jika gigi predator laut terkuat pun mulai melemah, struktur bawah laut lain apa yang mungkin terancam?
Update Terbaru
OJK Targetkan Porsi Pembiayaan Produktif Fintech Lending Capai 50 Persen
Rabu / 17-06-2026, 20:52 WIB
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Jelang Evaluasi MSCI Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:50 WIB
IHSG Berpotensi Menguat ke Level 7.200 pada Akhir 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:50 WIB
AAUI Buka Peluang Revisi Target Pertumbuhan Premi Asuransi Umum
Rabu / 17-06-2026, 20:50 WIB
Tesla Kuasai Lebih dari Setengah Pasar EV AS, Saingan Banyak yang Tumbang
Rabu / 17-06-2026, 20:48 WIB
Cara Membuat SIM Digital Lewat HP di Aplikasi Digital Korlantas
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Meta Batasi Birokrasi dan Tambah Anggaran demi Dongkrak Semangat Karyawan
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Saham Merdeka Battery Materials Menguat Usai Umumkan Buyback Rp1,46 Triliun
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Bocoran Galaxy Z Fold 8: Harga Lebih Mahal dari Z Fold 7
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Modifikasi Genetik Muncul Tanpa Jejak Orang Tua, Ilmuwan Bingung
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Kementerian ESDM Terapkan Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:39 WIB
Enam Daerah Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:39 WIB
Toyota Beri Garansi Baterai Veloz Hybrid hingga 8 Tahun
Rabu / 17-06-2026, 20:37 WIB
PBSI Gelar Simulasi Internal Antisipasi Regulasi Baru BAJC 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:36 WIB






