Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan melalui fase technical rebound setelah sempat tertekan.

Pergerakan indeks diperkirakan berpotensi menuju kisaran 6.800 hingga 7.200 untuk skenario dasar sepanjang tahun 2026.

>>> AAUI Buka Peluang Revisi Target Pertumbuhan Premi Asuransi Umum

Analisis tersebut disampaikan oleh Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi pada Rabu (17/6/2026).

Technical Rebound, Bukan Structural Reversal

Muhammad Wafi menegaskan bahwa penguatan saat ini belum menjadi penanda mutlak berakhirnya tren penurunan pasar modal.

"Masih terlalu dini untuk menyebut fase bearish sudah berakhir. Ini lebih ke technical rebound, bukan structural reversal," ujarnya.

Ia memaparkan beberapa indikator penguat seperti hasil evaluasi MSCI pada 24 Juni, stabilitas nilai tukar rupiah di bawah Rp 17.500 per dolar AS, serta aksi beli bersih investor asing yang konsisten selama tiga pekan.

>>> Cara Membuat SIM Digital Lewat HP di Aplikasi Digital Korlantas

Dalam skenario optimistis, indeks dapat menembus level 7.500.

Namun jika terjadi penurunan peringkat ke pasar frontier, IHSG berisiko melemah ke posisi 5.200 hingga 5.500.

Sentimen lain yang memengaruhi pasar meliputi keputusan suku bunga BI yang berpeluang naik ke 5,75% serta dampak data ekonomi Amerika Serikat yang kuat terhadap emerging markets.

>>> Meta Batasi Birokrasi dan Tambah Anggaran demi Dongkrak Semangat Karyawan

KISI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham blue chip yang dinilai prospektif, antara lain BBCA, BMRI, AADI, ANTM, dan TLKM.