Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan, meskipun analis menilai belum cukup untuk menyatakan fase bearish berakhir.

Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, menyebut penguatan saat ini lebih merupakan technical rebound, bukan structural reversal.

>>> IHSG Berpotensi Menguat ke Level 7.200 pada Akhir 2026

Menurut Wafi, kepastian pembalikan tren membutuhkan sejumlah faktor, antara lain bertahannya peringkat Indonesia dalam evaluasi MSCI pada 24 Juni, stabilitas rupiah di bawah Rp17.500 per dolar AS, serta aksi beli bersih investor asing yang konsisten minimal tiga minggu berturut-turut.

Proyeksi IHSG Jangka Pendek dan Tahunan

Untuk jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran 6.065 hingga 6.233 hingga akhir semester pertama 2026.

Jika hasil evaluasi MSCI memberikan sentimen positif, rentang tersebut berpeluang naik ke 6.200 hingga 6.500.

>>> AAUI Buka Peluang Revisi Target Pertumbuhan Premi Asuransi Umum

KISI Sekuritas menetapkan proyeksi dasar IHSG sepanjang 2026 di rentang 6.800 hingga 7.200, dengan skenario optimistis mencapai 7.500.

Sebaliknya, jika terjadi penurunan peringkat ke pasar frontier, indeks berisiko merosot ke kisaran 5.200 hingga 5.500.

Tiga sentimen negatif jangka pendek yang perlu diwaspadai adalah dampak evaluasi MSCI pada aliran dana global, potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,75%, serta rilis data ekonomi AS yang kuat.

>>> Cara Membuat SIM Digital Lewat HP di Aplikasi Digital Korlantas

Menghadapi dinamika tersebut, investor disarankan mencermati saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, AADI, ANTM, dan TLKM.